
batampos – Pencurian kabel dan panel fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) di Batam marak. Komponennya diduga diperjualbelikan oleh para pelaku.
Berulang kali pencurian aset daerah ini terjadi. Sebelumnya kabel PJU, setelah itu saklar atau timer PJU dan bahkan tiang PJU setinggi kurang lebih 9 meter dilengkapi dengan lampu di jalur lambat Taman Dang Anom juga ikut rain digondol maling.
“Yang paling banyak diincar itu kabel PJU. Sebab nilai jualnya juga lumayan, ” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Yumasnur, Selasa (14/2).
Baca Juga: Polisi Nilai Kasus Pencurian Fasilitas PJU Janggal
Selain kabel para pencuri biasanya juga mengincar panel PJU. Sebab, kata Yumasnur, dalam panel itu ada contactor, timer, Kwh meter PLN, MCB dan untuk MCB di dalamnya banyak komponennya. “Bukan hanya timer saja diambil. Sebab yang dirusak dan diambil itu panelnya PJU,” ungkap Yumasnur.
Dampak dari pencurian komponen PJU ini tidak hanya kerugian materi, namun aktivitas masyarakat umum tentu saja terganggu. Hilangnya kabel PJU membuat lampu jalan mati dan gelap. “Penerangan jalan ini penting bagi masyarakat dan kita sangat sesalkan aksi pencurian ini, ” ujar Yumasnur.
Baca Juga: Dilaporkan Sebagai Korban Penyekapan, 3 Wanita Diselamatkan dari Traffiking
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku yang sudah meresahkan masyarakat tersebut. “Sedang kita lidik,” ujar Rahman di Mapolresta Barelang, Senin (13/2) malam.
Rahman menilai kasus pencurian PJU yang tengah marak tersebut ada kejanggalan. Sebab, para pelaku belakangan ini mencuri timer PJU yang tidak memiliki nilai jualnya.Selain itu, para pelaku mengetahui dan beraksi di titik-titik yang tidak ada CCTv-nya. “Yang diambil itu timernya. Tidak ada nilai jualnya, ini kan janggal,” katanya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



