
batampos – Sejumlah warga di Kelurahan Sei Lekop dan Kelurahan Tanjung Uma memburu gula dan daging sapi pada kegiatan operasi pasar murah yang digelar Pemko Batam, Selasa (14/3/2023).
Banyak komoditas pokok dijual murah, sehingga habis sebelum batas waktu penjualan. Gelaran operasi pasar itu merupakan hari kedua dari 5 hari jadwal di 9 Kecamatan Kota Batam. Untuk setiap hari, ada dua lokasi gelaran pasar murah.
Kabag Perekonomian Setda Kota Batam, Zul Arif, mengatakan, pasar murah mendapat respon positif dari masyarakat. Ia mendapat informasi, jika masyarakat Berbondong-bondong ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan jelang bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Pelni Batam Hadirkan Layanan Add On, Ini Berbagai Fasilitas yang Bisa Diperoleh Penumpang
“Antuasias masyarakat luar biasa. Apalagi semua yang dijual dengan harga murah, ” jelas Zul.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan hal senada. Menurutnya, antusias masyarakat pada operasi pasar murah ini luar biasa. Ada 50 Distributor yang terlibat untuk 2 lokasi.
“Pemilihan lokasi hari ini sudah tepat, antusias masyarakat luarbiasa. Hampir semua yang disediakan oleh Distributor habis,” jelas Aryanto.
Baca Juga: Kepala BP Batam Tinjau Pembangunan Jalan Arteri Batuampar-Batubesar
Beberapa harga komoditas yang dijual di operasi pasar seperti cabai rawit perkilogr Rp 49 ribu, telur perpapan Rp 50 ribu, gula per kg Rp 11500, bawang merah Jawa Rp 20 ribu, Bawang Putih Rp 20 Ribu, daging sapi beku Rp 65 ribu, dan ayam beku Rp 30 ribu perekor.
“Kami jamin semua harga yang dijual di pasar murah ini murah-murah, karena harga Distributor. Yang paling banyak diburu itu, gula, minyak goreng, cabai, bawang, daging dan banyak lainnya,” jelas Aryanto.
Menurut dia, untuk gelaran pasar murah berikutnya, ia telah meminta agar para Distributor menyediakan stok lebih banyak. Apalagi yang paling banyak dicari oleh masyarakat jelang bulan suci.
“Saya sudah pastikan, stok Untuk pasar berikutnya lebih banyak. Harga tetap sama, ” tegasnya.
Baca Juga: Ini Modus WN Malaysia untuk Selundupkan Narkotika Jenis Baru ke Provinsi Kepri
Dikatakan Aryanto pihaknya juga membuka posko pengaduan di sekitar lokasi. Posko itu bertujuaan untuk menerima laporan adanya harga komoditas yang mahal.
“Satupun tak ada warga yang melapor, artinya semua yang tersedia di sana murah. Dan itu diakui warga,” imbuhnya.
Salah seorang ibu-ibu yang tengah berbelanja mengaku senang atas digelarnya pasar murah. Apalagi beberapa harga kebutuhan yang disediakan tergolong murah dibanding pasar lainnya.
“Pasar ini cukup membantu, Alhamdulillah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk harga gula dipasaran itu Rp 13 ribu, di sini cuma Rp 11500,” sebutnya.(*)
Reporter: Yashinta



