
batampos – Meski kabut asap tipis sempat terlihat pada pagi hari, kualitas udara di Batam masih dalam kategori sedang dan tidak membahayakan. Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim memastikan kualitas udara tetap aman, meski ada peningkatan partikel debu di beberapa waktu tertentu.
Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan nilai partikulat debu di Batam masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
“Garis mendatar dalam grafik menunjukkan waktu kejadian, sementara garis vertikal menggambarkan nilai partikulat. Kalau masih di bawah 50, itu masih kategori sedang,” jelas Ramlan, Selasa (22/7).
Baca Juga: Bagasi Lion Air dan Super Air Jet Dipangkas Jadi 10 Kg, Tak Berlaku untuk Penerbangan Umrah
Menurut dia, adanya asap tipis yang muncul pada pagi hari, disebabkan oleh proses penguapan serta aktivitas pembakaran di sejumlah wilayah sekitar. Namun, kondisi itu tidak sampai mengganggu pernapasan atau jarak pandang masyarakat di Batam.
“Asapnya memang terlihat pagi tadi karena penguapan. Ada juga akibat pembakaran, tapi tidak berdampak signifikan terhadap kualitas udara secara umum,” kata dia.
Ia menegaskan, berdasarkan data terkini, Batam masih tergolong aman. Kondisi berbeda sempat terjadi di Pekanbaru, Riau, yang sempat mencatat indeks kualitas udara (IKU) mendekati angka 90. Namun saat ini, angkanya sudah kembali menurun.
“Pagi tadi memang sempat naik di beberapa wilayah. Pekanbaru juga begitu, tapi sekarang sudah turun. Masih kategori sedang,” ujar Ramlan.
Menurutnya, fluktuasi ini merupakan hal wajar yang dipengaruhi faktor lokal masing-masing wilayah. Setiap daerah memiliki kondisi atmosfer dan aktivitas lingkungan yang berbeda, sehingga nilai kualitas udara bisa berubah setiap waktu.
Baca Juga: Pasangan Kekasih Diadili Terkait Penyelundupan Sabu 1,1 Kg di Bandara Hang Nadim
Ramlan juga menjelaskan suhu maksimum di Batam masih berkisar antara 32 hingga 33 derajat Celsius. Meski demikian, hawa panas terasa lebih menyengat karena adanya penguapan dari permukaan tanah dan air laut yang tinggi.
“Secara angka, suhunya memang tidak terlalu tinggi. Tapi karena penguapan cukup kuat, terasa lebih panas. Ini juga dipengaruhi kelembaban udara yang tinggi,” terangnya.
Masih kata Ramlan, fenomena hujan lokal masih terjadi di sejumlah titik di Batam. Ramlan menyebutkan pola ini serupa dengan hari-hari sebelumnya, di mana hujan turun tidak merata dan hanya membasahi sebagian wilayah saja.
“Ada beberapa wilayah di Batam yang diguyur hujan lokal, tapi sifatnya tidak merata. Kondisi ini biasa terjadi di musim seperti sekarang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



