
batampos – Program dana bergulir Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil. Dengan bunga ringan hanya 4 persen per tahun, pinjaman ini bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga membuka jalan bagi pelaku usaha memperbesar skala bisnis.
Salah satunya dirasakan Nuraini, pemilik pangkalan gas di Sekupang. Ia mengaku selama ini kesulitan menambah stok karena keterbatasan modal. “Dulu saya hanya bisa ambil sedikit tabung gas. Begitu ada dana bergulir, stok bisa bertambah. Alhamdulillah, pelanggan jadi lebih terlayani,” ujarnya, Senin (25/8).
Hal serupa dialami Yuli, pelaku usaha kuliner rumahan di Batuaji. Ia menggunakan pinjaman untuk membeli peralatan produksi dan menambah kapasitas dapurnya.“Kalau ada pesanan besar, saya sering kewalahan. Sekarang lebih siap. Bahkan omzet ikut naik karena bisa menerima lebih banyak pesanan katering,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menyebut sejak Januari hingga Agustus 2025, sudah ada 23 penerima manfaat, terdiri dari 22 pelaku usaha mikro dan satu koperasi, dengan total dana tersalurkan Rp2,38 miliar.
“Jenis usahanya beragam, ada sembako, pangkalan gas, laundry, hingga kuliner rumahan. Keunikan Batam, lebih variatif dibanding daerah lain,” ujarnya.
Program dana bergulir, lanjutnya, memang ditujukan bagi usaha mikro yang punya potensi berkembang tetapi terbatas akses modal. Dengan plafon pinjaman hingga Rp150 juta, tenor maksimal lima tahun, serta bunga flat 4 persen per tahun, skema ini dianggap jauh lebih ramah dibanding pinjaman konvensional.
Tak hanya memberi modal, Pemko Batam juga membekali pelaku usaha dengan pelatihan manajemen. “Kami ingin dana ini betul-betul bermanfaat, bukan jadi beban. Karena itu, pelatihan keuangan dasar dan manajemen usaha rutin kami lakukan untuk mencegah kredit macet,” jelas Salim.
Saat ini, ada dua pengajuan tambahan yang sudah diverifikasi dengan nilai Rp250 juta. Pemko optimistis program ini terus berkembang, seiring meningkatnya minat pelaku usaha memanfaatkan fasilitas modal murah ini. “Dana bergulir ini ibarat roda ekonomi rakyat. Kalau dijaga baik, akan terus berputar dan mengangkat banyak usaha kecil di Batam,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



