Senin, 19 Januari 2026

HIV Masih Mengancam, Usia Produktif Dominasi 64 Persen Kasus di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember kembali menjadi momentum refleksi bagi peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa kasus HIV di Batam masih menjadi tantangan serius.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, telah ditemukan 573 kasus baru HIV berdasarkan hasil pemeriksaan dari 12.924 tes HIV yang dilakukan di fasilitas kesehatan maupun melalui layanan jemput bola.

“Temuan kasus ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara rutin. Kita harus bergerak bersama menekan laju penularan HIV di Batam,” ujarnya, Senin (1/12).

Data Dinkes mencatat bahwa kelompok usia 25–49 tahun menjadi penyumbang angka tertinggi, yaitu 399 kasus atau 64 persen dari total keseluruhan. Disusul kelompok usia di atas 50 tahun dengan 98 kasus (17 persen), dan usia 20–24 tahun sebanyak 91 kasus (16 persen). Sementara kelompok usia 15–19 tahun menyumbang 17 kasus atau 3 persen.

“Ini menunjukkan bahwa usia produktif adalah kelompok paling rentan karena aktivitas sosial yang tinggi. Edukasi dan kesadaran perilaku aman menjadi kunci utama pencegahan,” tegas Didi.

Dari total 573 kasus, laki-laki mendominasi dengan 438 kasus, sedangkan perempuan sebanyak 135 kasus. Tingkat positif (positif rate) pada laki-laki mencapai 2,6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 0,5 persen.

Pada usia produktif 25–49 tahun, kasus tertinggi tercatat masing-masing 302 laki-laki dan 97 perempuan. Sementara usia di atas 50 tahun ditemukan 41 kasus pada laki-laki dan 20 kasus pada perempuan.

Kadinkes Batam menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak hanya bergantung pada fasilitas medis, namun juga pada dukungan sosial dan penghapusan stigma.

“HIV bukan akhir dari segalanya. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup sehat dan produktif jika mendapatkan pengobatan yang tepat. Yang perlu dihilangkan adalah stigma dan diskriminasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Batam terus memperkuat jaringan layanan deteksi dini dan terapi ARV di puskesmas dan rumah sakit, serta mengembangkan program edukasi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami menargetkan peningkatan temuan kasus secara aktif sesuai Permenkes No. 23 Tahun 2022 dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan & Pengendalian HIV/AIDS 2020–2024. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pengendalian,” tambahnya.

Pada momentum Hari AIDS Sedunia, Dinkes Batam mengajak masyarakat untuk berani melakukan tes, menggunakan layanan kesehatan pemerintah, serta menerapkan pola hidup sehat.

“Jangan takut untuk memeriksakan diri. Deteksi dini menyelamatkan nyawa, dan pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tutup Didi.

Ringkasan Data HIV Kota Batam Januari–Oktober 2025

Keterangan Jumlah

Total tes HIV 12.924
Total kasus HIV 573
Laki-laki 438
Perempuan 135
Kasus tertinggi Usia 25–49 tahun (399 kasus)
Positif rate Laki-laki 2,6% – Perempuan 0,5%. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update