Rabu, 4 Maret 2026

Pengendalian Penduduk Harus Sejalan Tata Ruang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ILUSTRASI tingginya arus urbanisasi ke wilayah perkotaan berimbas terhadap membeludaknya antrean pelayanan publik seperti kependudukan dan ketenagakerjaan. Foto: ChatGPT

batampos – Ledakan urbanisasi di Batam tidak hanya mengubah angka statistik kependudukan, tetapi juga membentuk wajah kota dalam jangka panjang. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat memunculkan pertanyaan mendasar: apakah tata ruang Batam cukup siap menampung lonjakan itu tanpa mengorbankan kualitas hidup warganya? Di tengah wacana pengendalian penduduk, isu yang tak kalah penting justru menyangkut kualitas hunian, kepadatan kawasan, dan disiplin perizinan bangunan.

Kepadatan penduduk yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menekan kualitas hidup, memicu munculnya kawasan kumuh baru, serta membebani infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan ak­ses jalan. Jika urbanisasi terus mengalir tanpa kontrol tata ruang yang ketat, risiko jangka panjangnya bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga kerentanan sosial dan keselamatan warga.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Batam, Ir. Prastiwo Anggoro, menilai kepadatan penduduk Batam saat ini masih dalam batas toleransi. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan mendesak bukan semata-mata jumlah penduduk, melainkan kualitas hunian dan penataan kawasan tempat warga bermukim.

BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id

SALAM RAMADAN