
batampos – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah melalui jalur laut di Batam mulai menunjukkan peningkatan. Ribuan pemudik diperkirakan akan meninggalkan Batam menuju sejumlah daerah di Provinsi Riau dalam beberapa hari ke depan melalui Pelabuhan Domestik Sekupang.
Pantauan pada Minggu (15/3), aktivitas keberangkatan penumpang sudah mulai ramai sejak pagi hari. Ratusan calon penumpang terlihat memadati area pelabuhan untuk membeli tiket dan melakukan proses check-in sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan.
Para pemudik membawa berbagai barang bawaan, mulai dari tas hingga kardus berisi kebutuhan perjalanan dan oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Sejumlah tujuan favorit pemudik dari Batam di antaranya Tanjung Buton, Tembilahan, hingga Kota Dumai. Selain itu, rute jarak dekat seperti Tanjungbalai Karimun juga mulai dipadati penumpang yang memilih pulang lebih awal menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: Calo Tiket Kapal di Punggur Dibongkar, Dua Oknum ASDP Diamankan
Humas Dumai Line, Asmadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah armada untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran.
“Kami berupaya memberikan pelayanan maksimal agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Asmadi, masyarakat diimbau untuk memesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan tiket pada saat puncak arus mudik.
Ia juga menambahkan tren peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Diperkirakan jumlah pemudik akan terus meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“Tren peningkatan penumpang sudah mulai terasa. Kami memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi mendekati H-3 Lebaran,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dumai Line telah menyiapkan kapal tambahan yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu jika jumlah penumpang meningkat.
“Kami sudah menyiapkan hingga tujuh kapal tambahan. Kalau penumpang mulai banyak, kapal bisa langsung dioperasikan,” katanya.
Baca Juga: Kemenag Batam Umumkan Titik Salat Idulfitri H-1
Ia menjelaskan, pada kondisi normal jumlah kapal yang beroperasi masih terbatas. Namun jika terjadi lonjakan penumpang, armada yang berlayar dapat ditambah hingga lima sampai tujuh kapal, seperti yang dilakukan pada musim mudik tahun lalu saat jumlah pemudik membludak.
“Kapal sudah standby. Kalau penumpang meningkat, bisa kita operasikan lima sampai tujuh kapal. Tahun lalu juga seperti itu saat penumpang membludak,” ujarnya.
Dengan meningkatnya aktivitas di pelabuhan, pihak operator berharap arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan tertib, sehingga masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan nyaman. (*)



