Kamis, 23 April 2026

JPO Kerap Dirusak dan Dicuri, Berpotensi Bahayakan Warga

Berita Terkait

Ilustrasi: Railing JPO di kawasan Batuaji yang dicuri beberapa waktu lalu. F.istimewa

batampos – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Batuaji dan Sagulung kembali menjadi sasaran pengrusakan dan pencurian. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakannya.

Kerusakan yang ditemukan pun beragam, mulai dari atap jembatan yang berlubang hingga hilangnya pagar pembatas (railing). Aksi tersebut diduga dilakukan oleh pelaku yang nekat menggergaji bagian jembatan untuk diambil material besinya.

Salah satu kejadian terbaru terjadi di JPO depan kawasan Putri Tujuh, Batuaji, serta di sekitar Top 100 Sagulung. Pada lokasi tersebut, railing di sisi kiri dan kanan jembatan sempat hilang setelah dipotong menggunakan gergaji besi.

Baca Juga: Tangkap Pelaku Penyebaran Ujaran Kebencian, Dua Pengguna Narkoba Ikut Terciduk

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, menyayangkan maraknya aksi perusakan dan pencurian fasilitas umum tersebut. Menurutnya, kerusakan JPO tidak hanya merugikan pemerintah dari sisi anggaran perbaikan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna.

“Kalau fasilitas itu rusak, tentu tidak bisa digunakan dengan aman. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Selain itu, warga diminta segera melapor jika melihat adanya aktivitas mencurigakan.

“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Mari bersama-sama menjaga fasilitas yang ada dan segera laporkan jika ada aksi pencurian,” tambahnya.

Baca Juga: Tiket Kapal Feri Naik, Pelaku Wisata Waspada Meski Kunjungan Tetap Terjaga

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Kota Batam, Wendi, menyebut bahwa pengrusakan JPO bukan kali pertama terjadi. Pihaknya bahkan telah beberapa kali menemukan kerusakan serupa di lokasi yang sama.

“Kasus seperti ini berulang. Ini kembali pada kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas umum,” katanya.

Di sisi lain, Kapolda Kepri Irjen Asep Syafruddin menegaskan bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap tindak kejahatan yang menyasar fasilitas publik.

“Kami tidak akan mentolerir aksi pencurian fasilitas umum karena dampaknya luas dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap tindak kejahatan maupun aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian.

“Silakan laporkan melalui layanan 110 agar dapat segera kami tindaklanjuti dan mencegah kejadian serupa,” tutupnya.(*)

UPDATE