Minggu, 3 Mei 2026

Strategi Baru Disnaker Batam: Datangi Industri, Serap Ratusan Pekerja

Berita Terkait

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto. F. Dok. Batam Pos

batampos – Upaya percepatan penyerapan tenaga kerja di Batam mulai menunjukkan hasil. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mencatat ratusan pencari kerja telah berhasil ditempatkan melalui strategi jemput bola ke perusahaan.

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, mengatakan langkah “jemput bola” dilakukan dengan mendatangi perusahaan guna memetakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek hingga menengah.

“Dengan turun langsung, kami bisa membaca kebutuhan riil industri dan mempercepat proses penempatan tenaga kerja,” ujarnya.

Baca Juga: Perpanjangan UWT Ratusan Rumah di Puskopkar Batuaji Tertahan, Ini Penjelasan BP Batam

Menurutnya, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Batam. Karena itu, fokus penguatan diarahkan pada sektor tersebut agar peluang kerja bisa dimaksimalkan.

Selain itu, Disnaker mulai membangun basis data pencari kerja berbasis kompetensi. Pendataan tidak hanya mencakup identitas, tetapi juga keterampilan, pengalaman, hingga minat kerja.

Skema ini dinilai mampu mempercepat proses pencocokan antara kebutuhan industri dan kualifikasi tenaga kerja.

“Kalau data sudah berbasis keahlian, proses matching jadi lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Yudi.

Untuk mempercepat arus informasi, Disnaker juga membentuk jalur komunikasi khusus dengan HRD perusahaan. Sistem ini memudahkan distribusi lowongan kerja kepada kandidat yang relevan.

Baca Juga: Hampir 4 Bulan, Kasus Pembunuhan Bela Segera Disidangkan di PN Batam

Di sisi lain, peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian. Disnaker menggandeng lembaga pelatihan kerja untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja, termasuk kemampuan bahasa asing bagi pelajar SMA dan SMK.

Berdasarkan data terbaru, hingga akhir Maret 2026 tercatat 8.637 pencari kerja di Batam. Sejak awal April hingga kini, terdapat tambahan 1.183 pencari kerja baru. Dari 570 lowongan yang tersedia, sebanyak 554 orang telah berhasil ditempatkan.

Disnaker optimistis kolaborasi aktif dengan dunia industri serta peningkatan kompetensi tenaga kerja akan mampu menekan angka pengangguran di Batam. (*)

UPDATE