Senin, 11 Mei 2026

Terkait Kecelakaan Kerja di PT ASL, Polisi Mengaku Masih Kumpulkan Fakta dan Keterangan Saksi

Berita Terkait

Pekerja di PT ASL Shipyard yang mengalami kecelakaan kerja dinyatakan meninggal saat di RSUD Embung Fatimah.

batampos – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja yang melibatkan forklift di kawasan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, hingga kini masih terus berjalan. Polresta Barelang memastikan penanganan perkara tersebut tetap menjadi perhatian serius menyusul jatuhnya korban jiwa dalam insiden kecelakaan kerja tersebut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan proses penyelidikan masih dilakukan secara bertahap untuk mengungkap penyebab pasti kejadian. Menurutnya, berbagai tahapan penyelidikan sudah dilakukan sejak awal laporan diterima polisi.
“Penyelidikan kecelakaan kerja di ASL masih terus berjalan,” ujar Anggoro, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, meski hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, penyidik telah melakukan sejumlah langkah penting dalam proses penyelidikan. Mulai dari pemeriksaan saksi di lokasi kejadian hingga olah tempat kejadian perkara atau TKP.
“Meskipun belum ada penetapan tersangka, namun sejumlah proses penyelidikan sudah berjalan dengan baik. Mulai pemeriksaan saksi, olah TKP dan lain sebagainya,” katanya.

Selain fokus pada proses hukum, kepolisian juga memantau pemenuhan hak keluarga korban. Polisi memastikan perusahaan memberikan perhatian terhadap santunan bagi keluarga pekerja yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
“Termasuk dengan monitoring santunan kepada keluarga korban. Ini masih terus kami tangani,” tambah Kapolresta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan kerja itu terjadi saat aktivitas operasional berlangsung di area galangan kapal PT ASL Shipyard. Saat itu, forklift yang sedang beroperasi diduga mengalami insiden hingga menyebabkan pekerja di sekitar lokasi mengalami kecelakaan fatal.

Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat kejadian tersebut dan sempat mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong. Peristiwa itu kemudian langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Insiden tersebut kembali memicu sorotan terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 di lingkungan industri galangan kapal Batam. Kalangan buruh menilai kecelakaan kerja yang terus berulang harus menjadi bahan evaluasi serius bagi perusahaan maupun instansi pengawas ketenagakerjaan.

Serikat pekerja sebelumnya juga meminta adanya tindakan tegas jika ditemukan kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja. Mereka menilai pengawasan terhadap standar K3 perlu diperketat agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

Sementara itu, Polresta Barelang memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka. Polisi juga masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendalami aspek teknis kecelakaan serta memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.(*)

UPDATE