
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam turun langsung ke Klinik Kimia Farma Sei Harapan, Sekupang, untuk melakukan pembinaan dan pengawasan (binwas) menyusul viralnya video pasien anak yang diduga tidak mendapatkan penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelayanan klinik, termasuk administrasi tenaga medis, izin operasional klinik, hingga prosedur pelayanan yang diterapkan di fasilitas kesehatan tersebut.
“Kami sudah turun ke klinik untuk binwas. Pertemuan dengan MKEK juga sudah dilakukan melalui zoom,” ujar Didi, Jumat (29/5).
Menurut Didi, pihak Klinik Kimia Farma dan keluarga pasien juga telah melakukan pertemuan secara kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan yang sempat ramai menjadi perhatian publik tersebut.
“Pihak klinik dan keluarga juga sudah bertemu silaturahmi,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan Dinkes Batam, tidak ditemukan adanya pelanggaran administratif dalam pelayanan yang dilakukan klinik tersebut.
“Secara administratif tidak ditemukan ada yang dilanggar. SIP dokter ada, izin klinik juga ada. Dokter dan tenaga kesehatan lengkap,” jelasnya.
Ia menambahkan, tenaga medis dan tenaga kesehatan di Klinik Kimia Farma Sei Harapan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Mereka bekerja sesuai SOP yang ada di mereka,” tambah Didi.
Meski demikian, Dinkes Batam menilai persoalan yang terjadi kemungkinan lebih mengarah pada aspek etika pelayanan dan komunikasi antara tenaga kesehatan dengan keluarga pasien.
“Kemungkinan dari sisi etika saja. Makanya MKEK ikut hadir dalam pembahasan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes Batam meminta pihak Kimia Farma melakukan pembinaan internal terhadap seluruh tenaga kesehatan dan karyawan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita sudah minta pihak Kimia Farma melakukan pembinaan internal terhadap seluruh tenaga karyawan mereka,” tegas Didi.
Berdasarkan hasil evaluasi Dinkes Batam, kejadian bermula pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 20.54 WIB saat pasien datang berobat ke Klinik Kimia Farma Sei Harapan tanpa mengambil nomor antrean terlebih dahulu.
Pasien datang bersama keluarga dalam kondisi mendekati jam operasional pelayanan medis berakhir. Saat itu dokter jaga dan perawat disebut sedang melakukan persiapan penutupan pelayanan medis pukul 21.00 WIB.
Dalam proses pelayanan, terjadi kesalahpahaman komunikasi antara tenaga kesehatan dengan keluarga pasien terkait pelayanan menjelang jam operasional berakhir. Situasi kemudian berkembang menjadi adu argumentasi dan direkam oleh keluarga pasien.
Video tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Dalam rekaman itu, ayah pasien terlihat merekam kondisi anaknya yang tampak lemas dan muntah di area klinik.
“Ini anak kecil Kimia Farma Sekupang, dokternya gak bisa periksa katanya,” ujar pria dalam video tersebut.
Dalam rekaman yang sama juga terdengar suara dokter yang merespons pernyataan tersebut.“Lapor aja, lapor aja,” ucap dokter sambil menunjuk ke arah wajahnya.
Dinkes Batam juga meminta Klinik Kimia Farma Sei Harapan memperkuat implementasi standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait penerimaan pasien menjelang jam operasional berakhir dan penanganan situasi konflik pelayanan.
Selain itu, pembinaan terkait komunikasi efektif, pelayanan prima, pengendalian emosi, dan etika profesi juga diminta dilakukan secara berkala kepada seluruh tenaga kesehatan.
Sebelumnya, Corporate Communication PT Kimia Farma Diagnostika, Anisa Husnu, mengatakan perusahaan saat ini tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif terhadap peristiwa tersebut.
“Perusahaan telah melakukan komunikasi serta pertemuan dengan keluarga pasien guna mendengarkan kronologi dan masukan secara langsung terkait kejadian tersebut,” kata Anisa dalam siaran pers resmi PT Kimia Farma Diagnostika, Minggu (25/5).
Menurut dia, proses investigasi dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan pasien (patient safety) serta standar pelayanan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan dapat memperoleh kesimpulan dan penilaian yang objektif berdasarkan fakta di lapangan.
“Saat ini, perusahaan tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif atas fakta yang terjadi,” ujarnya.
Anisa menegaskan, PT Kimia Farma Diagnostika berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Karena itu, setiap masukan maupun kritik dari masyarakat disebut menjadi perhatian penting perusahaan dalam melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan.
“Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan juga memastikan akan terus melakukan pembenahan agar kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian penting bagi perusahaan dalam melakukan perbaikan dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal secara berkelanjutan,” tutur Anisa. (*)



