
batampos – Warga Kecamatan Batu Aji sempat dibuat resah oleh beredarnya video viral yang menampilkan sosok pocong membawa parang dan disebut berkeliaran di sejumlah lokasi pada malam hari. Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait kebenaran rekaman yang beredar.
Menindaklanjuti keresahan tersebut, jajaran Polsek Batu Aji segera melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta di balik video yang viral. Hasil penelusuran polisi mengungkap bahwa tayangan tersebut bukan peristiwa nyata, melainkan konten rekayasa yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo menegaskan bahwa video yang beredar tidak memiliki dasar fakta dan sengaja dibuat untuk tujuan hiburan tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat. Polisi juga telah mengidentifikasi pihak yang membuat dan menyebarkan konten tersebut.
“Setelah dilakukan penyelidikan, kami memastikan bahwa video pocong berparang yang beredar di media sosial merupakan konten hoaks hasil rekayasa menggunakan aplikasi berbasis Artificial Intelligence. Tidak ada kejadian sebagaimana yang ditampilkan dalam video tersebut,” ujar AKP Bayu Rizki Subagyo.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui pembuat konten tersebut merupakan seorang anak di bawah umur. Yang bersangkutan mengedit video menggunakan aplikasi AI sehingga tampak realistis sebelum kemudian menyebarkannya melalui media sosial hingga menjadi viral dan menimbulkan keresahan di kalangan warga.
AKP Bayu menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan seseorang membuat konten yang terlihat sangat meyakinkan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima maupun membagikan informasi yang beredar di dunia maya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial sebelum dilakukan verifikasi. Jangan langsung menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu kepanikan dan mengganggu situasi kamtibmas,” katanya.
Kapolsek juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan konten yang diduga hoaks atau berpotensi menyesatkan publik. Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan banyak pihak serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.(*)

