
batampos – Kasus dugaan penganiayaan yang dialami seorang pengemudi transportasi online di Batuaji kini memasuki tahap penyelidikan kepolisian. Korban, Genta Tri Endria, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batuaji dan berharap para terlapor segera dipanggil untuk dimintai keterangan.
Peristiwa itu bermula saat Genta mengendarai mobil dari arah SPBU menuju Aviari pada Selasa (16/6) malam. Saat melintas di kawasan Batuaji, sebuah mobil Toyota Innova yang keluar dari area Indomaret menuju putaran balik (u-turn) disebut tiba-tiba memotong jalurnya hingga membuatnya terkejut dan harus mengurangi kecepatan kendaraan.
“Saya dari arah SPBU menuju Aviari. Tiba-tiba mobil Innova keluar dari Indomaret ke u-turn dan langsung memotong jalur saya. Saya kaget, lalu mengejar untuk menyampaikan supaya yang bersangkutan lebih berhati-hati saat membawa kendaraan,” ujar Genta saat menceritakan kronologi kejadian.
Menurut pengakuannya, situasi berubah menjadi cekcok setelah kedua kendaraan berhenti. Genta mengaku baru saja membuka pintu mobil dan turun ketika pengemudi Innova langsung menghampirinya. “Baru saya buka pintu dan turun, dia langsung mengejar dan mendorong saya. Spontan saya emosi karena masih kaget akibat dipotong tadi,” katanya.
Korban menuturkan, pengemudi mobil tersebut kemudian diduga melakukan tindakan fisik berupa dorongan dan pitingan. Tidak hanya itu, seorang penumpang pria lain yang berada di dalam kendaraan juga disebut turun dan ikut melakukan pemukulan terhadap dirinya.
“Yang memukul saya ada dua pria, sopir mobil itu dan satu penumpang pria lainnya. Sementara penumpang perempuan yang ada di dalam mobil juga menyerang saya dengan kata-kata,” ungkapnya.
Genta menjelaskan bahwa saat kejadian terdapat sekitar delapan orang di dalam kendaraan tersebut, terdiri dari tiga perempuan, tiga anak-anak, serta dua pria dewasa. Akibat insiden itu, dirinya mengaku mengalami luka pada bagian hidung dan kepala. “Hidung saya berdarah, kepala bagian depan dan belakang sakit, sampai pusing setelah kejadian,” ujarnya.
Keributan tersebut akhirnya dilerai warga yang berada di sekitar lokasi. Saat suasana mulai ramai, korban mengaku khawatir para terlapor meninggalkan tempat kejadian sehingga dirinya segera meminta bantuan rekan-rekan sesama pengemudi online melalui grup Komunitas Driver Online (KOMANDO). Beberapa anggota komunitas kemudian datang untuk membantu memantau situasi hingga persoalan tersebut ditangani aparat kepolisian.
Ketua Umum KOMANDO Kota Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan pihaknya berharap proses hukum berjalan secara profesional dan transparan. “Kami berharap proses hukum segera berjalan karena laporan polisi dan bukti visum sudah masuk. Terlapor segera diperiksa agar persoalan ini terang dan anggota kami mendapatkan kepastian hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Ipda Muhammad Rizky Fitrianor, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan awal. Menurutnya, penyidik sedang melengkapi alat bukti dan keterangan yang diperlukan sebelum dilakukan gelar perkara. “Laporan dugaan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan awal. Saat ini kami sedang melengkapi bukti-bukti dan administrasi laporan untuk segera dilakukan gelar perkara guna menentukan tindak lanjut penanganannya,” ujar Rizky. Polisi juga akan memeriksa para pihak terkait untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi.(*)

