Selasa, 23 Juni 2026

BP Batam Gandeng BRIN Perkuat Ketahanan Air dan Kembangkan Industri Hijau Berbasis Riset

Berita Terkait

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad (kiri) meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pemanfaatan riset dan inovasi serta pengkajian pembangunan Batam Science and Technology Park.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat strategi pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi riset dan inovasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pemanfaatan riset dan inovasi serta pengkajian pembangunan Batam Science and Technology Park.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sumber daya air sekaligus mendukung transformasi industri yang lebih berkelanjutan di Kota Batam.

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Batam di masa depan, khususnya terkait ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan sektor industri.

Menurutnya, Batam memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain karena tidak memiliki sumber air alami berupa sungai maupun kawasan hutan yang luas. Seluruh kebutuhan air bergantung pada curah hujan yang ditampung di sejumlah waduk.

“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” ujar Sudirman.

Ia menambahkan, sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi yang terus berkembang, Batam membutuhkan dukungan teknologi dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi ekonomi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga pengembangan industri hijau.

“Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menyebut kerja sama tersebut melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis di lingkungan BP Batam.

Sebanyak 10 aktivitas yang berasal dari enam topik utama telah disusun dalam peta jalan kerja sama yang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

Menurut Asep, seluruh program dirancang agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada tahap kajian, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pembangunan dan pengembangan kawasan Batam.

“Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat peran riset bagi pembangunan kawasan strategis Batam,” ujarnya.

Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena mampu menjembatani kesenjangan antara hasil riset dengan kebutuhan dunia industri atau yang dikenal sebagai valley of death.

Menurutnya, BRIN ingin berperan sebagai pusat pemikiran (think tank) bagi pemerintah melalui penyediaan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” kata Arif.

Melalui sinergi ini, BP Batam optimistis hasil riset dan inovasi dapat menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan sumber daya air, mempercepat transformasi industri hijau, serta meningkatkan daya saing investasi yang berkelanjutan di Batam.

UPDATE