Kamis, 9 Juli 2026

Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diderita Warga Batam Periode Mei-Juni

Berita Terkait

Ilustrasi. Cek tekanan darah. Foto: freepik

batampos –Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Kota Batam. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menunjukkan, penyakit ini menempati urutan pertama dalam daftar 10 penyakit terbanyak selama Mei hingga Juni 2026.

Berdasarkan rekapitulasi Dinkes Kota Batam, pada Mei 2026 tercatat sebanyak 6.292 kasus hipertensi, terdiri dari 2.067 pasien laki-laki dan 4.225 perempuan. Angka tersebut kembali meningkat pada Juni 2026 menjadi 6.553 kasus, dengan rincian 2.165 laki-laki dan 4.388 perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan tingginya kasus hipertensi menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi tantangan besar di Kota Batam.

Menurutnya, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga masyarakat baru mengetahui kondisinya setelah mengalami komplikasi.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah, menerapkan pola makan sehat, mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara teratur, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol,” ujarnya.

Selain hipertensi, penyakit yang banyak ditemukan pada Juni 2026 adalah nasofaringitis akut (common cold) sebanyak 3.448 kasus, disusul dispepsia (gangguan lambung) sebanyak 2.844 kasus, infeksi saluran pernapasan atas akut sebanyak 1.887 kasus, serta diabetes melitus tipe 2 sebanyak 1.738 kasus.

Sementara itu, penyakit lain yang masuk dalam 10 besar yakni infeksi saluran pernapasan atas tidak spesifik (1.654 kasus), diare dan gastroenteritis (903 kasus), myalgia atau nyeri otot (878 kasus), nekrosis pulpa/gangguan gigi (847 kasus), serta abses periapikal tanpa sinus sebanyak 630 kasus.

Jika dibandingkan dengan Mei 2026, beberapa penyakit mengalami peningkatan jumlah kasus, di antaranya hipertensi, common cold, diabetes melitus, infeksi saluran pernapasan atas tidak spesifik, myalgia, nekrosis pulpa, dan abses gigi. Sebaliknya, kasus dispepsia, infeksi saluran pernapasan atas akut, serta diare menunjukkan penurunan.

Didi menjelaskan, tingginya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes menjadi perhatian khusus karena berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat. Karena itu, Dinkes terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini di puskesmas, serta pemeriksaan kesehatan berkala.

“Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di seluruh puskesmas agar faktor risiko penyakit dapat diketahui sejak dini dan ditangani sebelum menimbulkan komplikasi,” kata Didi.

Dinas Kesehatan berharap kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat menekan angka penyakit, khususnya hipertensi dan diabetes, yang hingga kini masih mendominasi kunjungan pelayanan kesehatan di Kota Batam.(*)

UPDATE