Selasa, 21 Juli 2026

Airlangga: Pertumbuhan Data Center Batam Capai 22 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional

Berita Terkait

Mentri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto bersama Direktur Utama PT Telkom Dian Siswarini, Wakil Perdana Mentri & Mentri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura, CEO Citramas Group Kris Willuan dan undangan meresmikan prosesi pendaratan Nongsa Changi Cable di Nongsa, Senin (20/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan industri pusat data (data center) di Batam, Kepulauan Riau, mencatat pertumbuhan sekitar 22 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri data center nasional yang berada di kisaran 19 persen.

Menurut Airlangga, capaian tersebut menunjukkan Batam semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat ekonomi digital Indonesia yang didukung investasi berskala internasional.

“Ekspansi industri data center di Batam tumbuh 22 persen setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen. Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen,” kata Airlangga di Batam, Senin (20/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri peresmian Nongsa Changi Cable (NCC), sistem kabel komunikasi bawah laut internasional yang menghubungkan Batam dengan Singapura guna memperkuat konektivitas digital kedua negara.

Nongsa Digital Park Jadi Magnet Investasi

Airlangga mengatakan Batam berkembang pesat sebagai gerbang digital Indonesia, terutama melalui kawasan Nongsa Digital Park (NDP) yang terus menarik investasi perusahaan teknologi dan operator pusat data global.

Salah satu proyek yang telah beroperasi adalah fasilitas milik BW Digital yang memiliki kapasitas hingga 120 megawatt (MW).

Selain itu, perusahaan asal Singapura DayOne juga tengah membangun hyperscale data center dengan kapasitas mencapai 450 MW di kawasan yang sama.

Tak hanya itu, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, juga telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region di Nongsa Digital Park.

“Batam sangat cepat muncul sebagai gerbang baru Indonesia. Investasi yang masuk menunjukkan kawasan ini semakin penting dalam ekosistem digital regional,” ujar Airlangga.

AI Dorong Kebutuhan Infrastruktur Digital

Airlangga menjelaskan, perkembangan industri data center sejalan dengan agenda transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kondisi tersebut membutuhkan konektivitas digital berkecepatan tinggi serta kapasitas pusat data yang semakin besar.

“Di era AI, manusia dan mesin maupun antarmesin membutuhkan koneksi digital yang cepat. Karena itu transformasi digital harus didukung infrastruktur yang memadai,” katanya.

Indonesia Miliki Pasar Digital yang Besar

Airlangga menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital.

Saat ini, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 235,26 juta orang, dengan pelanggan layanan broadband sekitar 99,5 juta.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial kecerdasan buatan terbesar keempat di Asia, setelah China, India, dan Jepang.

Besarnya pasar digital tersebut dinilai menjadi faktor penting yang terus menarik investasi perusahaan teknologi global ke Indonesia, khususnya Batam.

Pasokan Energi Jadi Prioritas

Untuk mendukung pertumbuhan industri digital, pemerintah juga memperkuat infrastruktur energi guna memastikan ketersediaan listrik yang andal bagi operasional pusat data.

Menurut Airlangga, pemerintah terus mengembangkan bauran energi melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti panas bumi (geotermal) di Sumatera dan energi surya di Batam.

“Infrastruktur digital membutuhkan energi dan listrik yang andal. Indonesia mengembangkan energi dan bauran energi untuk memasok kebutuhan tersebut, seperti energi geotermal di Sumatera dan tenaga surya di Batam,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun mendatang. Target tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis Indonesia dan Singapura sekaligus mendukung percepatan pengembangan ekonomi digital nasional.

Dengan pertumbuhan industri data center yang melampaui rata-rata nasional, didukung konektivitas internasional melalui Nongsa Changi Cable serta masuknya investasi dari perusahaan teknologi global, Batam diproyeksikan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu hub digital utama di Asia Tenggara. (*)

SourceAntara

UPDATE