Senin, 4 Mei 2026

Akhir Pekan, Penumpang Berangkat 4.387 Orang, Yang Datang 2.482 Orang

Berita Terkait

Ilustrasi. Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan baik ke Malaysia maupun Singapura antre di pintu keberangkatan Pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (15/6). Jumlah penumpang baik yang pergi maupun yang datang mengalami peningkatan. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Arus penumpang di Terminal Feri Internasional Batamcenter semakin padat. Saat akhir pekan lalu, jumlah penumpang pun mendekati angka 5.000 orang.

Peningkatan penumpang lebih didominasi keberangkatan. Jumlahnya hampir dua kali lipat dibanding penumpang datang. Seperti penumpang yang berangkat pada Minggu (19/6), tercatat 4.387 orang, sedangkan yang datang hanya 2.482 orang. Sedangkan untuk trip kapal perhari masih 49 trip.

“Untuk arus penumpang memang lebih didominasi yang berangkat yakni 4.387 orang, sedangkan yang datang 2.482 penumpang. Setiap hari hampir seperti itu, didominasi yang berangkat,” ujar Nika.

Disinggung penyebab masih rendahnya angka kedatangan, Nika tak tahu persis, sebab hanya sebagai penyedia fasilitas tempat. Namun, ia sempat mendapat informasi keluhan sejumlah penumpang yang datang. Masih kesulitan terkait aturan masuk ke Indonesia yang harus mengaktifkan PeduliLindung.

“Harapannya, aturan masuk ke Indonesia lebih dipermudah, karena banyak informasi terkait keluhan penumpang, terutama WNA,” imbuhnya.

Disinggung soal harga tiket yang masih tinggi, Nika juga tengah menunggu informasi dari DPRD Provinsi Kepri. Dimana beberapa hari lalu, rombongan Komisi 2 DPRD Propinsi Kepri yang dipimpin Wahyu datang ke Pelabuhan Batamcenter untuk meninjau harga tiket.

“DPRD Batam sudah kemari, cuma belum tahu hasilnya. Dan beberapa hari lalu, DPRD Kepri juga ke sini, mudah-mudahan ada jalan keluar untuk harga tiket ini,” jelas Nika.

Sementara, Mario salah satu penumpang yang baru turun dari kapal mengakui masih diribetkan dengan aturan masuk. Setiap calon penumpang diwajibkan memiliki PeduliLindung yang aktif, sehingga bisa menscan barkode.

“Kalau sinyal tak ada, aplikasinya tak bisa terbuka, jadi tak bisa barcode. Yang kasian WNA yang datang, kadang nomor vaksin mereka tidak terdata di PeduliLindung,” jelas Mario.

Menurut dia, harusnya pemerintah mempermudah penumpang yang datang, dengan memberi barcode yang telah di email. Seperti aturan masuk ke Singapura dan Malaysia, yang untuk barcode masuk di kirim ke email.

“Kalau barcode dikirim ke email, nanti bisa di foto atau di capture. Jadi tak butuh sinyal lagi. Kalau PeduliLindung kan harus ada sinyal. Ya mudah-mudahan bisa dipermudah aturan itu,” jelas Mario.

Pantauan Batam Pos, harga tiket Batam-Singapura (PP) masih dijual Rp 800 ribu, sedangkan untuk sekali jalan Rp 400 ribu- 500 ribu.

“Untuk harga tiket masih sama, belum turun,” terang salah satu operator penjual tiket. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

UPDATE