
batampos – Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil menjaga investasi di Kota Batam. Ini berimbas dengan tetap tumbuhnya ekonomi Batam sebanyak 4,75 persen di 2021 walau pandemi Covid-19 belum mereda.
Hal ini terbukti dengan tetap tingginya pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto atau dikenal dengan istilah investasi. Tapi rekor pertumbuhan 2021 dicetak ekspor netto yang bisa tumbuh sampai 13,97 persen selama 2021.
”Itu artinya, produk ekspor yang diproduksi di Batam semakin dibutuhkan oleh masyarakat internasional di masa pandemi,” ujar Rafki, Kamis (3/3).
Ia menilai, hal ini bisa juga terjadi karena pemindahan produksi dari perusahaan yang ada di luar negeri ke perusahaan mereka yang ada di Batam karena adanya pembatasan aktivitas produksi di negara tertentu. Selanjutnya, dari sisi lapangan usaha sektor yang masih dominan tetap adalah industri pengolahan yang memiliki share sampai 58,41 persen. Ini tentunya makin menegaskan bahwa Batam merupakan pusatnya industri manufaktur.
”Makanya, iklim usaha yang baik dan kondusif untuk sektor manufaktur haruslah tetap dijaga oleh kita semua. Baik pemerintah, pelaku usaha, maupun kawan-kawan pekerja atau buruh. Jika sektor usaha ini jatuh, maka pertumbuhan ekonomi Batam akan menurun,” tambah Rafki.
Untuk 2022 ini, ia mengaku optimis ekonomi Batam bisa melampaui pertumbuhan di atas 5 persen. Indikasinya semakin terlihat dengan membaiknya berbagai indikator makro di Batam. Rafli yakin pertumbuhan ekonomi di 2022 ini akan lebih tinggi lagi jika kasus Covid-19 di Batam lebih cepat bisa dikendalikan.
Ia meminta seluruh masyarakat bisa menjaga kedisiplinan menerapkan protkes sehingga rantai penularan kasus Covid-19 bisa diputus.
”Jika kondisi ideal dengan syarat di atas tercapai maka saya yakin pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen untuk tahun 2022 ini akan bisa terwujud,” ucapnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

