Senin, 4 Mei 2026

Arus Penumpang di Pelabuhan Batam Center Semakin Padat, Tapi…

Berita Terkait

Ilustrasi. Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan baik ke Malaysia maupun Singapura antre di pintu keberangkatan Pelabuhan Internasional Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Arus penumpang di Terminal Feri Internasional Batamcenter semakin padat dan pada akhir pekan lalu jumlah penumpang mendekati angka 5000 orang.

Manager Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan, peningkatan penumpang lebih didominasi di keberangkatan.

“Jumlahnya hampir dua kali lipat dibanding penumpang datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada Minggu (19/6/2022) tercatat 4387 orang berangkat melalui Pelabuhan Internasional Batamcenter.

Sementara yang datang hanya 2482 orang. Sedangkan untuk trip kapal lanjutnya, perhari masih 49 trip.

“Untuk arus penumpang memang lebih didominasi yang berangkat. Setiap hari hampir seperti itu, didominasi yang berangkat,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak tahu persis apa penyebab masih rendahnya jumlah penumpang yang datang ke Kota Batam melalui Pelabuhan Internasional Batamcenter.

Namun, ia sempat mendapat informasi keluhan sejumlah penumpang yang datang mengenai masih kesulitan terkait aturan masuk ke Indonesia karena harus mengaktifkan PeduliLindungi.

“Harapannya, aturan masuk ke Indonesia lebih dipermudah, karena banyak informasi terkait keluhan penumpang, terutama WNA,” imbuhnya.

Disinggung soal harga Tiket yang masih tinggi, Nika juga tengah menunggu informasi dari DPRD Provinsi Kepri.

Beberapa hari lalu lanjutnya, rombongan Komisi 2 DPRD Provinsi Kepri yang dipimpin Wahyu datang ke pelabuhan Batamcenter untuk meninjau harga tiket.

“DPRD Batam sudah kemari, cuma belum tahu hasilnya. Dan beberapa hari lalu, DPRD Kepri juga ke sini, mudah-mudahan ada jalan keluar untuk harga tiket ini,” jelas Nika.

Mario salah seorang penumpang yang baru turun dari kapal mengatakan, dirinya masih diribetkan dengan aturan masuk ke Indonesia. Setiap calon penumpang diwajibkan memiliki PeduliLindungi yang aktif, sehingga bisa menscan barkode.

“Kalau sinyal tak ada, aplikasinya tak bisa terbuka, jadi tak bisa barcode. Yang kasian WNA yang datang, kadang nomor vaksin mereka tidak terdata di PeduliLindungi,” jelas Mario.

Menurut dia, harusnya pemerintah mempermudah penumpang yang datang dengan memberi barcode yang telah di email. Seperti aturan masuk ke Singapura dan Malaysia, yang untuk barcode masuk di kirim ke email.

“Kalau barcode dikirim ke email, nanti bisa di foto atau di capture. Jadi tak butuh sinyal lagi. Kalau PeduliLindungi kan harus ada sinyal. Ya mudah-mudahan bisa dipermudah aturan itu,” jelas Mario.

Pantauan Batam Pos, harga tiket Batam-Singapura (PP) masih dijual Rp 800 ribu, sedangkan untuk sekali jalan Rp 400 ribu- 500 ribu.

“Untuk harga tiket masih sama, belum turun,” terang salah satu operator penjual tiket.(*)

Reporter : Yashinta

UPDATE