
batampos – Di tengah persaingan kota-kota Asia Tenggara dalam menarik investasi digital, Batam kembali mencatat langkah besar dengan mengamankan kerja sama kelistrikan terbesar untuk sektor pusat data di Indonesia. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam kian dilirik sebagai pusat industri digital berskala global.
PT PLN Batam bersama DayOne resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total kapasitas mencapai 511 MVA di Auditorium Balairung Sari, Kantor BP Batam, Kamis (16/4). Nilai tersebut menjadikan kerja sama ini sebagai PJBTL terbesar di Indonesia untuk kebutuhan data center.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi kunci utama dalam menarik investasi global.
“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan Batam siap menjadi hub digital dunia,” ujarnya.
Baca Juga: 6.163 Cari Kerja, Hanya 2.474 Terserap! Industri Kian Selektif, Skill Jadi Penentu
Menurutnya, integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, serta pasokan energi yang andal menjadikan Batam memiliki daya saing tinggi di tingkat regional.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyebut kerja sama tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan industri digital di Batam. Ia menekankan bahwa kebutuhan listrik untuk pusat data tidak hanya besar, tetapi juga harus stabil dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebutuhan energi yang andal dan berkelanjutan bagi investasi dan pengembangan infrastruktur digital di Kota Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara PLN Batam, DayOne, dan BP Batam diyakini akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Pada kesempatan yang sama, BP Batam dan PLN Batam juga menandatangani nota kesepahaman pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan kapasitas 200 MWp. Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan dengan PLTS terapung terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
“Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan iklim investasi di Batam,” tambah Kwin Fo.
Baca Juga: Tiket Kapal Feri Naik, Pelaku Wisata Waspada Meski Kunjungan Tetap Terjaga
Sementara itu, Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, menilai Batam memiliki posisi strategis dalam pengembangan pusat data regional. Ekspansi yang dilakukan perusahaannya dari Nongsa hingga Kabil disebut mencerminkan pentingnya peran Batam dalam jaringan industri digital kawasan.
“Pengembangan berkelanjutan di Batam menjadi bagian dari strategi kami membangun platform infrastruktur digital terdepan di Asia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti model kerja sama regional SIJORI yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam (Kepri) sebagai ekosistem pusat data lintas negara di Asia Tenggara.
“Dengan peningkatan kapasitas ini, kami siap menghadirkan layanan data center berskala besar dan berkinerja tinggi untuk memenuhi kebutuhan cloud dan komputasi di Asia Pasifik,” katanya.
Dengan pasokan listrik berkapasitas besar, dukungan energi bersih, serta masuknya investor global, Batam perlahan membentuk wajah baru. Tidak hanya sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. (*)



