
batampos – Suasana duka masih menyelimuti rumah duka almarhum Bripda Natanael Simanungkalit di Perumahan Buana Mas, Kecamatan Sagulung, Batam, Rabu (15/4). Sejak pagi, pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada anggota muda Polri tersebut.
Bripda Natanael diketahui merupakan personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kepulauan Riau. Ia diduga meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya di asrama Bintara Remaja Polda Kepri.
Seorang tetangga sekaligus rekan korban, Rinto, mengatakan rumah duka tidak pernah sepi dari pelayat yang datang silih berganti sejak pagi. “Dari pagi sudah ramai yang melayat. Dari keluarga besar, teman, paguyuban, dan marga,” ujarnya.
Baca Juga: Usut Tiga Kasus Pembobolan Rekening, Polda Kepri Jadwalkan Ulang Pemanggilan CIMB Niaga Pusat
Di mata warga sekitar, Natanael dikenal sebagai sosok yang pendiam dan bersahaja. Bahkan sebelum menjadi anggota Polri, kesehariannya lebih banyak dihabiskan di rumah.
“Orangnya banyak diam, sopan, tidak macam-macam,” kata Rinto.
Hal senada disampaikan paman korban, Jefri. Ia menyebut keponakannya dikenal sebagai pribadi yang patuh dan sangat menghormati orang yang lebih tua.
“Anaknya pendiam. Selalu mendengarkan perkataan orang tua,” ujarnya.
Baca Juga: Belum Krisis, tapi Tak Lagi Ekspansif
Diketahui, Natanael merupakan lulusan SMA Negeri 19 Batam dan baru saja dilantik sebagai anggota Polri pada Januari 2026 sebagai bagian dari angkatan 53. Di usia yang masih 20 tahun, perjalanan kariernya di kepolisian harus terhenti secara tragis.
Rencananya, jenazah Bripda Natanael Simanungkalit akan dimakamkan pada Kamis (16/4) sekitar pukul 12.00 WIB.
“Pemakaman besok,” kata Jefri singkat. (*)



