Jumat, 1 Mei 2026

DKPP Usulkan Sapi Diisolasi 14 Hari Sebelum Dikirim ke Batam

Berita Terkait

Hewan kurban di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis menyebutkan, pengiriman sapi dari Bali ke Batam menjadi salah satu usulan untuk mengantisipasi lonjakan sapi khususnya jelang Hari Raya Kurban di tahun ini. Namun begitu pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan membuka pengiriman sapi dari daerah lainnya.

“Ya solusi kita dari Bali. Kalau tidak cukup satu kapal kita akan pakai dua kapal. Selain itu kita juga punya wacana lain yang akan kita sampaikan ke kementerian,” ujarnya, Minggu (22/5).

Wacana lain yang dimaksud adalah melakukan pengiriman langsung dari Lampung. Hewan ternak seperti kambing dan sapi yang ada di daerah yang tidak terkonfirmasi penyakit kaki dan mulut (PKM) di Lampung diisolasi selama 14 hari dan bila hewan tersebut aman maka langsung dikirim ke Batam.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi kebutuhan kambing di Batam, karena di Bali gak ada kambing maka wacana kita akan dikirim dari Lampung. Termasuk juga untuk sapi,” tambahnya.

Mardanis menyebutkan, di Lampung sendiri memiliki instalasi karantina yang bisa menampung ribuan hewan. Jadi sebelum hewan kambing dan sapi ini dikirim maka akan diisolasi terlebih dahulu di instalasi karantina tersebut selama 14 hari.

“Kan istilahnya walaupun dia daerah terkonfirmasi tapi kalau dia sudah di karantina sebelum dikirim dia aman, berarti aman lah dikirim. Cuma kan belum diputuskan makanya saya bilang tunggu kebijakan Kementerian dan wacana ini juga akan kita sampaikan nanti di kementerian,” ungkap Mardanis.

“Boleh tidaknya itu kementerian nanti yang akan memutuskan. Saya pikir kementerian pasti ada solusi lah. Apalagi sekarang ini sudah banyak sapi-sapi terkonfirmasi PMK yang sembuh,” tambahnya.

Jika kementerian nantinya menyetujui, pengiriman sapi dan kambing dari Lampung ini wajib dikawal oleh dokter hewan. Harus menjalankan protokol kesehatan (prokes) seperti kapal harus disemprot disinfektan, orang yang menyemprot harus steril serta memiliki bukti rekomendasi bebas dari PMK.

“Bukan sembarangan asal bawa saja. Banyak syarat yang harus dipenuhi juga. Sekali lagi saya tekankan solusi tersebut baru wacana, boleh atau tidaknya tergantung kementerian,” bebernya.

Mardanis menyebutkan, Kamis depan pihaknya akan rapat dengan kementerian untuk menyampaikan kondisi Batam saat ini. Termasuk juga menyampaikan wacana yang memungkinkan untuk mengirimkan sapi dan kambing ke Batam.

“Ini sama dengan Covid, kalau dirasa aman kita bawa. Kamis ini kita rapat dan kemungkinan minggu depan sudah ada keputusannya. Pasti ada jalan lah dari kementerian,” pungkas Mardanis. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE