Selasa, 12 Mei 2026

Harga Minyak Goreng di Batam Naik Lagi

Berita Terkait

Salah seorang warga melihat minyak goreng di salah satu retail modern. Saat ini harga minyak goreng di Batam kembali naik setelah pemerintah mencabut subsidi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Harga minyak goreng di Kota Batam ikut naik pada Kamis (17/3/2022). Padahal sebelumnya, stok dan harga minyak goreng di Batam tergolong stabil.

Imbas adanya kenaikan tersebut, sejumlah retail dan swalayan di Batam kehabisan stok minyak goreng kemasan.

Sehari sebelum kenaikan tersebut, harga minyak goreng di Batam masih bisa ditemukan dengan harga Rp 14 ribu per liter dan Rp 24.500-28.000 untuk kemasan 2 liter.

Padahal saat itu, pemerintah pusat sudah resmi mencabut subsidi minyak. Hal itu berdampak kenaikan harga minyak di beberapa daerah, namun tidak termasuk Batam. Namun, sehari berikutnya, harga minyak goreng di swalayan dan retail modern Batam mendadak naik.

Seperti yang terlihat di salah satu swalayan di wilayah Nongsa, kenaikan harga minyak goreng berlaku mulai pukul 12.00 WIB. Namun saat itu, setiap konsumen hanya boleh membeli 1 bungkus minyak goreng.

Novi, warga Nongsa, mengatakan, sebelum pukul 12.00, stok minyak goreng di swalayan Nongsa masih banyak. Harganya juga masih normal yakni Rp 14 ribu per liter dan Rp 28 ribu untuk kemasan 2 liter.

”Di bawah jam 12 harga masih murah, banyak yang beli, cuma dibatasi satu orang satu bungkus,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut sempat membuat swalayan mendadak ramai dan antre. Banyak warga berbondong-bondong membeli minyak goreng, meski hanya bisa membeli satu bungkus.

”Ramai juga tadi (kemarin) yang beli sampai antre di kasir. Setelah pukul 12.00, harga minyak goreng langsung naik, yang satu liter paling murah Rp 21 ribu, kalau 2 liter pada kosong,” jelasnya.

Setelah harga minyak naik, lanjut Novi, rak tempat meletakkan minyak goreng langsung kosong. Kalau pun ada, jumlahnya tak banyak, serta harganya sudah tinggi.

”Kalau yang per botol harganya malah lebih dari Rp 50 ribu per dua liter. Naik harganya luar biasa,” ungkapnya.

Ia bingung, kenapa pemerintah mencabut subsidi minyak goreng di tengah kondisi masyarakat yang belum stabil.

Apalagi, kenaikan harga minyak goreng tersebut jauh dibanding sebelum adanya subsidi harga minyak.

”Sebelum adanya minyak subsidi, minyak goreng per liter masih ada yang Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu. Sekarang justru tak ada lagi. Padahal untuk Batam stok dan harga minyak goreng sebelumnya aman,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Yummi, warga Nongsa yang harus berkeliling swalayan dan retail modern untuk mendapatkan minyak goreng. Hampir semua minyak goreng kosong.

”Akhirnya mencari ke Hypermart Batam Center, ada stok minyak goreng. Tapi harganya sudah naik drastis, 2 liter harganya rata-rata di atas Rp 46-47 ribu. Luar biasa harganya,” jelas Yummi.

Menurut dia, kenaikan minyak goreng pasca dicabutnya subsidi harga sangat memberatkan masyarakat. Apalagi, masyarakat yang sehari-hari berjualan makanan.

”Tetangga pada mengeluh karena harganya naik drastis, bingung dengan harga jualan nantinya,” imbuh Yummi.

Sementara, pantauan Batam Pos di sejumlah swalayan wilayah Nongsa dan Batam Center, stok minyak goreng kosong.

Hanya ada beberapa merek dan jumlahnya juga tak banyak. Begitu juga dengan harga, sudah naik drastis, meski stok kosong.

”Minyak goreng habis, tadi banyak yang beli sebelum harga naik,” ujar salah satu karyawan.

Begitu juga pantauan di retail modern Alfamart, Indomaret dan Hypermart, hampir seluruh merek minyak goreng naik harga.

Bahkan, stok minyak goreng di beberapa Alfamart dan Indomaret di Batam Center kosong. Sedangkan di Hypermart masih banyak berjejer.(*)

Reporter: Yashinta

UPDATE