
batampos – Di penghujung tahun 2021, harga telur ayam buras semakin tinggi yakni Rp 2.350 perbutirnya. Tingginya harga telur ini, membuat sejumlah masyarakat mulai resah. Sebab beberapa komoditi lainnya juga tinggi seperti minyak goreng dan cabai.
BACA JUGA: Harga Telur Semakin Melambung
Di pasar Botania Batamcenter misalnya, per 10 butir telur dijual Rp 20 ribu artinya perbutir telur Rp 2 ribu. Sedang untuk perpapan telur isi 30 butir dijual Rp 57-58 ribu.
“Harga telur memang sedang tinggi, harganya sudah Rp 2000 perbutir,” ujar Adel pedagang di pasar Botania Batamcenter.
Menurut dia, harga telur naik karena permintaan telur meningkat natal dan jelang tahun baru. Banyak masyarakat yang membuat kue sebagai persiapan saat natal nanti.
“Permintaan telur tinggi dua mingu terakhir. Sudah biasa juga tinggi jelang akhir tahun. Tapi dibanding tahun kemarin, ini harga tertinggi,” jelasnya.
Tingginya harga telur juga terpantau di sejumlah swalayan, per 10 butir telur dijual Rp 18500-19500. Sedangkan untuk perpapan Rp 55000-58000.
“Harga telur tinggi, stoknya juga tak banyak,” jelas salah satu karyawan swalayan.
Di sejumlah warung kawasan Nongsa, harga telur dijual Rp 2350 perbutirnya atau Rp 7 ribu untuk 3 butir telur. Harga telur ini naik cukup fantastis, dibanding biasanya dijual Rp 5 ribu untuk 3 butir telur.
“Mahal banget telur, belum turun-turun sudah 3 minggu, malahan seminggu terakhit harganya naik drastis,” imbuh Linda warga Nongsa.
Sementara Kadisperindag Kota Batam Gustian Riau belum belum sempat dikonfirmasi terkait informasi harga telur terbaru. Namun beberapa hari lalu, Gustian sempat mengatakan kenaikan harga telur disebabkan faktor cuaca .
Begitu juga dengan Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto membenarkan adanya kenaikan harga telur di pasaran Batam. Untuk harga telur saat ini, juga tertinggi sepanjang tahun 2021.
“Memang harga telur sedang tinggi, dan ini harga tertinggi selama tahun 2021. Namun hal ini masih wajar, karena memang permintaan tinggi jelang nataru,” terangnya.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab harga telur tinggi. Diantaranya, faktor cuaca yang sering hujan, menyebabkan produksi telur ayam buras berkurang. Kemudian, faktor permintaan tinggi jelang natal dan tahun baru, yang naik sekitar 30-40 persen. Dan terakhir biaya pengiriman atau logistik yang masih tinggi per kontainer nya.
“Beberapa faktor, kalau cuaca hujan, produksi ayam petelur memang berkurang. Kemudian permintaan tinggi dan biaya logistik,” sebut Aryanto.(*)
Reporter : Yashinta



