Rabu, 6 Mei 2026

Kunjungan Wisman ke Batam Belum Signifikan, Berharap Hotel Bisa Bertahan

Berita Terkait

Ilustrasi. Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sejak dibuka 1 April jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam masih belum menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini turut berdampak terhadap pelaku wisata perhotelan yang ada di Batam.

Ketua PHRI Batam, Mansyur mengatakan untuk hotel sampai saat ini masih mengandalkan acara MICE yang digelar pusat di Batam. Selain itu selama bulan Ramadan ini, sektor hotel juga sedikit terbantu dengan adanya kegiatan buka puasa bersama yang cukup ramai dipesan oleh masyarakat.

“Beruntungnya ada buffet gitu, jadi sedikit terbantu bertahan. Setidaknya sampai situasi seperti dulu, saat wisman mudah masuk ke Batam, dan jumlahnya juga banyak,” kata dia, Senin (11/4).

Sementara untuk tingkat hunian hotel, Mansyur mengatakan belum ada yang berdampak dari pembukaan pintu masuk ini. Jumlah wisman yang masuk juga masih terbatas. Hal ini tidak lepas dari masih diberlakukannya PCR tes.

Ia menjelaskan wisman Singapura merupakan andalan untuk kemajuan wisata Kepri, khususnya Batam. Namun dengan masih adanya tes yang membuat wisman tertahan di pelabuhan lebih dari satu jam, hal ini menjadi sedikit dikeluhkan oleh wisman.

“Hotel masih sama, bertahan dengan keadaan. Berupaya menyiasati biar tidak tutup atau berhenti operasional,” sebutnya.

Lanjutnya, situasi ini juga karena masih bulan Ramadan, sehingga tidak banyak kunjungan ke Batam. Ia berharap kemudahan syarat kedatangan wisman ke Batam bisa dilonggarkan, sehingga usai lebaran, Batam sudah bisa menyambut kedatangan wisman yang lebih besar.

“Kalau dulu sehari pasti ratusan wisman yang masuk, jumlahnya meningkat saat weekend bahkan mencapai belasan ribu. Angka ini yang harus kita kejar kembali. Kalau ada kemudahan semua pasti lancar datang ke Batam,” ujarnya.

Terkait perkembangan hotel di Batam, Mansyur berharap tidak ada hotel yang tutup ke depannya. Kondisi yang perlahan membaik ini harus segera dioptimalkan. Berbagai upaya sudah dilakukan daerah, dan sekarang tinggal kebijakan pusat.

“Mudah-mudahan lah dipermudah, jadi semua terdampak. Memang sekarang sudah mulai, hanya perlu optimalisasi saja, agar angka kunjungan kembali seperti dulu. Target 2,1 juta itu bisa tercapai,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

UPDATE