batampos- bright PLN Batam kembali melakukan pemadaman bergilir, Selasa (15/3) kemarin. Pemadaman itu dilakukan, sehubungan dengan keterbatasan daya dari pembangkit milik bright PLN Batam yang berada di Panaran.

Vice President of Public Relations bright PLN Batam, Bukti Panggabean mengungkapkan, keterbatasan daya ini akibat meningkatnya beban dari pembangkit listrik. Sehingga penggunaan perangkat listrik seperti Air Conditioner (AC) secara berlebihan membuat beban daya semakin meningkat.
“Cuaca panas saat ini memang sangat membutuhkan perangkat pendingin ruangan. Hal ini tentu saja membuat konsumsi rumah tangga atau perkantoran menjadi lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Bukti.
BACA JUGA: DPRD Kepri Desak bright PLN Batam Nyalakan Pembangkit Cadangan
Ia menjelaskan, beban puncak yang telah dicapai oleh pembangkit Panaran bagi Batam dan Bintan telah mencapai angka 492 Mega Watt (MW). Sementara daya pembangkit Panaran hanya bertahan di angka 470 MW. Sehingga mengakibatkan defisit daya sebesar 22 MW.
Kemudian untuk unit 1 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mitra Energi Batam (MEB) di Panaran yang memiliki daya 37,5 MW juga tengah mengalami kerusakan.
Untuk kerusakan ini, diakuinya masih menunggu perangkat yang akan dikirim dari Finlandia dan dijadwalkan tiba di Batam pada April mendatang.
Ia menambahkan, pemadaman yang telah dijadwalkan kemarin dilakukan mulai pukul 10.00 – 11.30 WIB dan pukul 13.15 – 15.15 WIB.
“Untuk itu kami meminta maaf terhadap seluruh pelanggan kami atas ketidaknyamanan ini. Tapi hal ini harus dilakukan, karena hanya itu langkah terbaik,” imbuhnya. (*)
Reporter: Eggi

