Sabtu, 2 Mei 2026

MUI Batam Sukses Gelar Halaqoh Bersama Buya Arrazy

Bahas Islam Wasathiyah dan Sanad Keilmuan Ulama Nusantara

Berita Terkait

Dr Arrazy Hasyim  (tengah pakai rida) foto bersama dengan Ketua MUI Batam KH Luqman Rifai dan para peserta halaqoh usai memberikan materi di lantai 4 kantor wali kota Batam, Rabu 924/11). (Jamil/Batam Pos)

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam sukses menggelar halaqoh bersama ulama muda Indonesia Buya Arrazy Hasyim yang digelar di lantai 4 kantor wali kota Batam, Rabu (25/11).

Halaqoh ilmiah dengan tema Islam Wasathiyah dan Sanad Keilmuan Ulama Nusantara itu dihadiri ratusan peserta dari perwakilan ormas Islam yang ada di kota Batam. Selain itu, juga diikuti melalui live streaming dikanal yuotube MUI Kota Batam.

Ketua Umum MUI Kota Batam KH Luqman Rifai dalam sambutannya menyebutkan Halaqoh kali ini MUI sengaja mengambil tema Islam Wasathiyah atau Islam yang moderat, yaitu Islam yang tidak liberal dan Islam tidak radikal. Tema tersebut dikatakan menarik diperbincangkan karena ada saat ini sebagian kelompok membuat tagar yang tidak bertanggung jawab tentang menginginkan pembubaran MUI.

“Padahal kita tahu MUI didirikan sejak awal adalah sebagai majelis permusyawaratan antara para Ulama, zuamah dan cendikiawan muslim ini tentu sebagai pewaris para nabi yang mengajarkan Islam wasathiyah (moderat) yaitu Islam yang diajarkan Rasullah Muhammad SAW,” katanya.

Dr Arrazy Hasyim (tengh) saat memberikan materi. (Jamil/Batam Pos)

Islam Wasathiyah ini, juga merupakan visi misi Majelis Ulama Indonesia. Bahkan MUI yang merupakan gabungan sebagai besar ormas Islam di Indonesia telah mengeluarkan fatwa MUI nomor 3 tahun 2004 tentang Terorisme. Di dalam fatwa tersebut tindakan teror termasuk hukumnya haram. Dan di tahun 2018 juga telah dibentuk satu badan yang namanya badan penanggulangan terorisme dan radikalisme. “Jadi kalau ada ungkapan MUI merupakan tempatnya teroris adalah salah besar dan tidak berdasar,” katanya.

Selanjut soal sanad keilmuan Ulama Nusantara, Luqman Rifai juga menyebutkan sanad ulama Indonesia perlu dibahas kembali karena masih ada anggapan bahwa Islam yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia tidak original lagi.

Kemudian, Wali kota Batam yang diwakili Sekda Kota Batam Jefridin dalam sambutannya mengaku menyambut baik halaqoh yang digelar MUI Kota Batam. Karena dengan kegiatan ini senantasiasa mewujudkan Batam yang terus aman dan baik sehingga roda ekonomi Batam bisa terus tumbuh dan bergerak.

Sementara Buya Arrazy Hasyim dalam materinya menyebutkan ciri-ciri Islam Wasathiyah di Indonesia secara sederhana hanya ada dua yakni Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang-rang tidak mengusir atau menyerang kamu dalam urusan agama, dan tidak mengusir kamu dari negaramu. “Kedua syarat ini membolehkan kita untuk berinteraksi kepada orang tidak memerangi agama kita dan negara kita,” jelasnya.

Buya Arrazy Hasyim Arrazy juga menyebutkan sanad keilmuan ulama di Indonesia berasal dua kutub Islam, yakni kutub Islam di Madinah dan kutib Islam di Mekkah dengan menganut tarekat. Bahkan raja-raja nusantara termasuk Raja Ali Haji di Kepulauan Riau termasuk penganut tarekat. (*)

Reporter: Jamil

 

UPDATE