Selasa, 21 April 2026

Mulai 14 Maret, Wisman Masuk Kepri Tak Perlu Karantina

spot_img

Berita Terkait

Ilustrasi. Rombongan wisatawan melintas di pedestrian Nongsa Point Marina Hotel & Resort, beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Rabu (2/3), menyampaikan bahwa mulai 14 Maret mendatang, Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), khususnya wisman yang masuk ke Batam, Bintan, dan Bali tidak perlu lagi karantina. Meski ini baru uji coba, namun disambut baik pelaku pariwisata di Kepri.

”Kebijakan ini akan mengerek naik sektor lainnya. Tidak hanya pariwisata saja yang akan meningkat. Sektor lainnya seperti transportasi baik udara, kapal, dan darat akan hidup semua,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Muhammad Mansyur, Kamis (3/3).

Mansyur meyakinkan, sektor lain yang akan membaik saat pariwisata tumbuh positif adalah UMKM. Kebijakan ini, kata Mansyur, memberikan dampak luar biasa. Sehingga, perekonomian yang berada ikut menopang industri pariwisata, ikut tumbuh menjadi lebih baik.

”Dengan penerapan travel bubble saja sudah memberikan dampak yang baik. Apalagi dengan peniadaan karantina, pastinya itu dampak yang sangat luar biasa. Kita semua sudah menunggu sejak lama kebijakan ini,” ujarnya.

Ia meyakini dengan kebijakan ini, animo wisman datang ke Batam atau Bintan akan meningkat. Ia mengatakan, selama pandemi dua tahun ini, semua orang terkekang dan tidak bisa bebas menuju ke beberapa negara. Tapi, dengan semakin mudahnya aturan masuk sebuah negara, tentunya akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara datang.

”Gini, kita saja sudah bosan di sini terus. Begitu juga rasanya dengan para wisman, mereka akan mencari alternatif. Kami berharap Batam menjadi alternatif mereka, untuk menghilangkan kebosanan selama 2 tahun belakangan ini,” tuturnya.

Mansyur berharap, jika kebijakan ini direalisasikan, masyarakat juga harus memberikan dukungan. Salah satu caranya adalah dengan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

Hal yang senada disampaikan oleh Ketua DPD ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Kepri, Eva Betty. Ia mengatakan, dengan travel bubble saja sudah sukses, apalagi dengan peniadaan karantina secara meluas di Kepri. Tentunya dampaknya akan lebih besar lagi.

”Kebijakan inilah yang kami tunggu-tunggu,” ujarnya.

Ia mengatakan, ASITA menunggu pengumuman secara resmi dari pemerintah. ”Semoga saja bisa terealisasi. Sehingga meningkatkan kunjungan wisman,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, mengaku sudah mendengar rencana kebijakan terbaru ini. Tapi, ia mengatakan sampai saat ini belum ada surat atau edaran resmi dari pemerintah pusat.

”Kami belum dapat, tapi kami harapkan dalam satu atau dua hari ini bisa keluar suratnya,” ucapnya.

Ia mengaku belum mengetahui persis format seperti apa yang akan diterapkan. Namun, jika formatnya mirip VTL (Vaccinated Travel Lane), Buralimar mengatakan butuh penyusunan teknis dan sosialisasi.

”Tidak bisa langsung saja, harus ada sosialisasi dulu kami. Dan kami masih menunggu surat daran resminya,” ujarnya.

Buralimar juga mengatakan, rencana ini akan memberikan efek yang besar di dunia pariwisata Kepri. Jumlah kunjungan wisman otomatis akan meningkat drastis.

”Sebab, tidak hanya dua area saja dibuka, tapi dua wilayah Batam dan Bintan. Tentunya banyak yang akan datang,” ujarnya.

Kebijakan ini, kata Buralimar, sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Jika ini benar-benar direalisasikan, akan meningkatkan semangat para pelaku pariwisata. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE