Minggu, 3 Mei 2026

Nasabah Panik, Isi Tabungan Raib

Berita Terkait

 

batampos – Nasabah Bank Riau Kepri kehilangan uang di rekening tabungan mereka. Meskipun tidak melakukan transaksi, jumlah tabungan berkurang dengan sendirinya. Penarikan terpantau melalui laporan M-banking milik nasabah.

Seperti yang dialami Heru, warga Pulau Kasu, Belakangpadang. Ia menceritakan, uang senilai Rp 12 juta raib dari rekeningnya. Berdasarkan laporan yang diterima dari aktivasi sistem perbankan mobile miliknya, terdapat pengurangan saldo padahal ia tidak melakukan penarikan.

ilustrasi / freepik

Sebelum kejadian tersebut, ia melakukan penarikan uang tunai di salah satu ATM yang berada di Sekupang sebelum hari raya Idulfitri. Namun, sejak itu, ada laporan penarikan tanggal 5 dan 6 Mei dari rekening miliknya.

Ia menyebutkan, ada empat kali transaksi penarikan dari ATM miliknya. Jumlah uang yang diambil sebesar Rp 2,5 juta sebanyak empat kali. Dan saat tanggal 7 Mei, ia kembali menerima laporan penarikan sebesar Rp 2 juta.

”Total kerugian saya Rp 12 juta. Sebenarnya sudah risau sejak kejadian. Tapi karena masih libur baru bisa hari ini ke bank. Mereka suruh tunggu beberapa hari, nanti akan dikabarkan terkait pengembalian uang saya,” ujarnya.

Nasabah lainnya yang tidak mau disebutkan namanya juga kehilangan sejumlah uang. Setelah melapor, ia diminta menunggu selama kurang lebih 21 hari ke depan. Untuk proses pengembalian uang di rekening akan dikabarkan secepatnya.

”Saya masih tugas sebenarnya. Tadi pagi karena orang sibuk dapat pesan skimming, jadi saya beranikan cek. Ternyata saldo di rekening saya juga berkurang. Itu tabungan saya, semoga masih bisa kembali,” harap pria yang berprofesi sebagai guru ini.

Sementara itu, beberapa orang berpakaian seragam ASN terpantau mendatangi kantor Bank Riau Kepri di Seipanas. Beberapa dari mereka datang untuk sekadar melakukan pengecekan saldo di rekening.

Nurul, salah satu staf pengajar di SMPN 11 Batam yang dijumpai saat keluar dari bank mengatakan beruntung saldo di rekeningnya tidak ada berkurang. Kendati demikian, ia tetap melakukan pengecekan untuk berjaga-jaga. Karena dari pagi sudah ada pesan WhatsApp yang bertebaran terkait raibnya uang nasabah.

”Alhamdulillah, uang saya tidak ada berkurang. Namun banyak juga yang kena, sebab tadi ketemu di dalam,” imbuhnya.

Kepala Cabang Bank Riau Kepri Batam, Baharuddin, menyatakan sedang menyelidiki hilangnya sejumlah uang nasabah di rekening mereka. Berdasarkan hasil sementara disimpulkan memang ada dugaan aksi skimming pada mesin ATM milik Bank Riau Kepri.

”Kami masih selidiki, jadi belum bisa menceritakan detail kejadian ini. Semua masih dalam proses. Kejadian ini juga sudah menjadi perhatian bagi Bank Riau Kepri yang ada di Pekanbaru, karena mereka juga mengantisipasi agar nasabah mereka tidak ada yang menjadi korban seperti di sini,” kata dia saat dijumpai di kantornya, kemarin.

Untuk laporan total kerugian nasabah, pihaknya masih melakukan pendataan. Jumlah uang nasabah yang dilaporkan raib dari rekening juga masih dihitung. Hal ini karena laporan terus datang dari nasabah hingga siang kemarin.

”Kami akan bertanggung jawab atas hal ini. Untuk keterangan pasti belum bisa diumumkan, sebab kami juga masih ada rapat internal di kantor pusat. Jadi, mungkin nanti akan kami rilis total kerugian nasabah,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin Hamid mengatakan, informasi adanya tindakan skimming sudah beredar sejak pagi. Pihaknya mengerti akan kegelisahan ASN, sebab gaji mereka dibayarkan melalui Bank Riau Kepri.

”ASN yang menjadi korban belum diketahui jumlahnya. Saya juga masih menunggu laporan dari bawahan, terkait berapa orang yang menjadi korban dan total kehilangan uang mereka,” ujarnya.

Laporan yang diterima sementara, pihak perbankan sudah mengetahui dan melakukan pengecekan terhadap lokasi skimming yang dilakukan oleh pelaku.

”Katanya ada dua orang pelaku yang dicurigai melakukan tindakan tersebut. Kami juga masih menunggu detail laporannya. Karena kasihan juga ASN yang kehilangan uang mereka ini. Jadi, semoga pelaku ini cepat ditangkap pastinya,” harap orang nomor tiga di Pemko Batam ini.

Sebelumnya, ramai beredar pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp. Nasabah Bank Riau Kepri diminta mengecek atau memindahkan tabungan mereka ke rekening lain. Hal ini untuk mengantisipasi bertambahnya korban skimming.

Sejak pagi beberapa ASN sudah mendatangi kantor Bank Riau Kepri yang ada di Sekupang. Namun untuk pelaporan nasabah diminta mendatangi kantor yang berada di Seipanas.

Apa itu Skimming?

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Strip magnetik ini meru-pakan tempat tersimpannya informasi mengenai kartu tersebut.

Dikutip dari laman resmi Bank BCA, proses skimming dilakukan menggunakan alat skimming atau biasa disebut skimmer yang ditempelkan pada slot kartu di mesin ATM.

Skimmer biasa dibuat menyerupai bentuk mulut slot kartu ATM, sehingga sekilas terlihat sama. Saat kartu dimasukan ke ATM dan melalui skimmer yang ditempelkan tersebut, maka skimmer akan merekam informasi dari kartu tersebut.

Selanjutnya, spy camera yang diletakkan pelaku secara tersembunyi akan merekam saat nasabah memasukkan PIN di keyboard mesin ATM.

Kemudian, pelaku bisa langsung menduplikat kartu ATM nasabah tersebut menggunakan data yang telah didapatkan dari alat skimming ke kartu lain yang masih kosong.

Pelaku bisa menggunakan kartu duplikat tersebut di ATM layaknya kartu ATM nasabah, dengan PIN yang didapatkan melalui rekaman spy camera atau kamera tersembunyi. (*)

 

Reporter : YULITAVIA Editor : RYAN AGUNG

UPDATE