Minggu, 26 April 2026

Pekerja Migran Indonesia yang Dikarantina di Batam Membludak

Berita Terkait

Ilustrasi. Pekerja Migran Indonesia saat tiba di Kota Batam langsung dijemput dan dibawa ke lokasi karantina. Foto: Satgatsus Pelintasan PMI di Wilayah Batam Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang kembali membeludak.

Hingga Senin (29/11/2021), jumlahnya mencapai 660 orang. Sehari sebelumnya masih diangka 456 orang, namun ada kedatangan PMI baru dari Malaysia dan Singapura pada Minggu (28/11) sore dan Senin pagi, sehingga jumlahnya kembali bertambah.

”Yang positif hari ini belum ada karena hasil swab belum keluar,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, kemarin.

Mereka tersebar di tiga rusunawa yang selama ini dijadikan lokasi karantina. Mereka diawasi secara ketat agar tidak keluar ataupun berbaur dengan masyarakat sekitar sebelumnya petugas memastikan bahwa mereka bebas dari Covid-19.

Untuk memastikan mereka sehat, para PMI ini harus menjalani dua kali pemeriksaan swab. Bagi yang positif akan dipindahkan ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

”Karena mendekati akhir tahun, jadi PMI yang kembali ke Tanah Air tentu banyak. Ini jadi fokus perhatian semua pihak agar tidak menciptakan klaster terbaru di Tanah Air,” ujar Anggitha.

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE