
batampos – Memasuki triwulan pertama 2022, Pemerintah Kota Batam tengah menyiapkan program untuk mendongkrak sumber pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya adalah pendapatan dari sektor pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, program peningkatan yang dijalankan tahun lalu yaitu relaksasi untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) cukup memberikan dampak terhadap optimalisasi capaian pajak.
Keringanan yang diberikan pemerintah, bertujuan untuk memberikan daya tarik bagi objek pajak untuk membayar pajak mereka. Ia menyebutkan, saat ini masih banyak pajak yang belum dilunasi objek pajak.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi, dan melihat apakah program ini akan diterapkan kembali di tahun ini.
”Kebijakan di pimpinan, namun evaluasi yang kami lakukan akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan untuk kelanjutan dari program relaksasi pajak tersebut,” kata Azmansyah.
Ia menyebutkan, tahun ini target untuk PBB mencapai Rp 255 miliar. Tentu dengan besarnya target, harus ada upaya untuk mencapai hasil tersebut. Salah satunya dengan menarik tunggakan pajak yang masih ada sampai saat ini.
”Tahun lalu tunggakan pajak Rp 40 miliar berhasil didapatkan karena program relaksasi. Untuk itu, kami ingin melakukan yang lebih lagi, agar tunggakan pajak lainnya bisa dibayarkan oleh wajib pajak,” jelasnya.
Lanjutnya, berdasarkan laporan piutang tahun lalu, nilai piutang untuk PBB mencapai Rp 430 miliar, sedangkan yang tertagih baru Rp 40 miliar. Sehingga masih banyak tagihan PBB mengendap.
Untuk itu, ke depan pihaknya akan menyusun kembali program dan melaporkan kepada pimpinan.
”Nanti keputusan di Pak Wali. Kami sekarang rutinkan untuk evaluasi per bulan, sehingga bisa diketahui langkah untuk optimalisasi capaian,” sebut Azman.
Seiring membaiknya sektor perekonomian, ia juga berharap ini memberikan dampak bagi seluruh sektor. Sehingga, wajib pajak bisa melunasi atau membayarkan kewajiban mereka.
Beberapa tahun belakangan ini, keringanan terhadap objek pajak diberikan karena mereka kesulitan menghadapi pandemi Covid-19, yang membuat bisnis mereka kesulitan.
”Semoga membaik, dan di triwulan pertama ini hasil capaian bisa semakin baik,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia

