
batampos – SPAM Batam menyiagakan mobil tangki untuk mensuplai air bersih kepada pelanggannya yang terdampak dari bocornya pipa di jembatan Melcem Tering Raya, Batuampar. Pipa tersebut, mengalami kebocoran, Selasa (3/1) pagi.
Corporate Communication (Corcom) Spam Batam, Ginda mengatakan proses perbaikan pipa dilakukan sejak pukul 07.30. Proses pekerjaan perbaikan pipa yang bocor dilakukan dengan cara bar fusion.
“Waktu pekerjaan estimasi perlu waktu 2 jam lebih, agar mastikan proses Electrofusion nya benar dan dapat digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: PLN Batam Berhasil Pulihkan 100 Persen Sistem dan Pelayanan Kelistrikan
Akibat dari kebocoran pipa, beberapa daerah di kawasan Melcem berdampak pada gangguan pelayanan air kecil hingga terhenti sementara waktu.
Daerah yang terdampak diantaranya, kawasan Melcem 2, Kampung Air Raja, Melcem Sengkuang Raya, Perumahan Persero, Perumahan Palem Raya, Kaveling Darul Ihsan dan sekitarnya.
Setelah pekerjaan perbaikan selesai, aliran air di rumah pelanggan secara bertahap akan normal kembali.
Baca Juga: Warga Kota Batam Jangan Terlibat Sindikat PMI Ilegal
Agar dampak gangguan suplai kepada pelanggan dapat diminimalisir, SPAM Batam menyiapkan mobil tanki.
Mobil tanki air diberikan SPAM Batam kepada pelanggan secara gratis. Fasilitas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab SPAM Batam untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan.
“Bila ada pelanggan yang membutuhkan water tanki, dapat menghubungi call center SPAM Batam,” katanya.
Baca Juga: Arus Balik, 1.672 Orang Turun di Batam
Ia menambahkan, kebocoran pipa ini akibat adanya sebuah kendaraan yang keluar dari jalan dan menabrak pipa SPAM Batam. Setelah dilakukan perbaikan, dibutuhkan beberapa jam untuk pelayanan air normal kembali.
Air akan kembali normal tergantung dari kontur tanah dan seberapa dekat lokasi pelanggan dari pipa. Untuk lokasi pelanggan yang cukup jauh dengan kontur tanah yang cukup tinggi akan mengalami gangguan suplai air relatif lebih panjang dibanding pelanggan yang berlokasi lebih dekat dari area perbaikan.
“Hanya saja, proses suplai air tidak seperti listrik. Usai beroperasi, suplai air kepada pelanggan memerlukan tenggang waktu untuk kembali pulih seperti biasa,” imbuhnya.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah

