Sabtu, 2 Mei 2026

K3 Jadi Sorotan Utama May Day

Berita Terkait

Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Welcome to Batam, Jumat (1/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kembali menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Batam, Jumat (1/5). Di balik suasana yang berlangsung relatif kondusif, kalangan buruh justru mengangkat persoalan mendasar: masih lemahnya perlindungan keselamatan kerja di sektor industri.

Kasus kecelakaan kerja yang menewaskan pekerja di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, kembali menjadi perhatian utama. Peristiwa ini dinilai bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian insiden serupa yang terus berulang tanpa penyelesaian menyeluruh.

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Batam, Suprapto, menegaskan bahwa kejadian di ASL sudah lama menjadi perhatian serikat pekerja.

“Kejadian yang terus berulang ini sebenarnya sudah kita peringati sebelumnya. Kita sudah aksi, tapi tetap saja terjadi lagi dan lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Manipulasi Kedaluwarsa dan Izin BPOM, Klinik Kecantikan di Batam Dilaporkan ke Polisi

Menurutnya, lemahnya implementasi K3 di lingkungan perusahaan menjadi akar persoalan. Ia menilai berbagai peringatan yang disampaikan buruh belum mendapat respons serius, sehingga kecelakaan kerja terus terjadi tanpa perubahan signifikan.

“Ada apa ini kok seperti pembiaran terhadap kejadian berulang. Ini menyangkut nyawa pekerja,” tegasnya.

Suprapto juga mendesak pemerintah dan instansi pengawas ketenagakerjaan untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi berani mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Pemerintah harus bertindak tegas. Jangan hanya pidana, sanksi ke perusahaan juga perlu jika memang ada masalah dalam penerapan K3,” katanya.

Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal perusahaan menjadi hal mendesak. FSPMI, kata dia, telah lama mendorong pelibatan dewan pengawas K3 secara aktif agar pengawasan berjalan efektif.

“Kita sudah sering suarakan agar libatkan dewan pengawas K3 di dalam perusahaan itu biar ada yang mantau,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti aspek kompetensi sumber daya manusia di bidang K3.

Menurutnya, tanpa tenaga yang kompeten, potensi kecelakaan kerja akan terus meningkat.

“Kalau sumber daya K3 tidak kompeten, wajar saja kejadian terus berulang. Ini harus dibenahi serius,” tambahnya.

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

 

ReporterTim Batampos

UPDATE