Jumat, 17 Juli 2026

PLTS Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur Laut Batam Diresmikan Agustus 2026, Jadi yang Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Pertamina NRE

batampos – Pemerintah akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Merah Putih di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Agustus 2026. Proyek ini menjadi langkah pemerintah memperkuat peran koperasi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan PLTS tersebut akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan menjadi proyek percontohan pengembangan usaha koperasi di sektor energi.

“Akhir Agustus kita akan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya 0,5 megawatt di Kepulauan Riau, di Pulau Sembur Laut, Galang Baru, yang dikelola oleh koperasi,” kata Ferry dalam acara Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 di Jakarta, Kamis.

Selain meresmikan PLTS di Batam, pemerintah juga akan meluncurkan pabrik crude palm oil (CPO) yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menurut Ferry, kedua proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan unit usaha produktif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ia optimistis pengoperasian sekitar 40 ribu KDKMP pada 2026 akan mendorong peningkatan aset, volume usaha, dan partisipasi masyarakat dalam gerakan koperasi.

“Apalagi KDKMP menyalurkan barang-barang bersubsidi, kemudian partisipasi masyarakat untuk jadi anggotanya akan naik jauh, berlipat-lipat,” ujarnya.

PLTS Berbasis Koperasi Pertama di Indonesia

PLTS di Pulau Sembur Laut mulai dibangun pada Desember 2025 melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dengan Kementerian Koperasi.

Proyek tersebut menjadi PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia yang dirancang tidak hanya menyediakan listrik ramah lingkungan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Berdasarkan pembaruan yang disampaikan Pertamina NRE pada Juni 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai sekitar 80 persen.

Pada tahap awal, pembangkit dibangun dengan kapasitas 400 kilowatt peak (kWp) yang didukung sistem penyimpanan energi berupa baterai berkapasitas 600 kilowatt hour (kWh).

Ke depan, kapasitas PLTS akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 0,5 hingga 1 megawatt peak (MWp) beserta sistem baterai berkapasitas lebih besar untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Dukung Ekonomi Masyarakat Pesisir

Selain menghasilkan listrik berbasis energi surya, proyek PLTS Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur Laut juga dilengkapi fasilitas penunjang kegiatan ekonomi masyarakat.

Fasilitas tersebut meliputi cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker yang mampu memproduksi 2 ton es per hari. Seluruh fasilitas akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mendukung sektor perikanan dan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan setempat.

Pemerintah berharap proyek ini menjadi model pengembangan koperasi modern yang tidak hanya berperan dalam sektor perdagangan, tetapi juga mampu mengelola infrastruktur energi dan memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan. (*)

UPDATE

Play sound