
batampos – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam butuh bantuan Reagen untuk pemeriksaan sampel Covid-19 dari pemerintah daerah ataupun pusat. Itu karena jumlah sampel yang harus diperiksa masih cukup banyak. Stok Reagen diperkirakan habis di akhir Maret nanti.
“Reagensia untuk PCR kita sudah menipis karena memang pemeriksaan sampel cukup banyak akhir-akhir ini,” ujar kepala BTKLPP Batam Budi Santosa, Minggu (13/2).
Berdasarkan data rekapan bulanan, sampel pemeriksaan Covid-19 yang masuk dan diperiksa, sepanjang Januari dan Februari sebanyak 13.225 sampel. Jumlah yang cukup banyak ini tentu membutuhkan peralatan dan perlengkapan lab yang sesuai sehingga perhatian dari Pemerintah Daerah ataupun pusat untuk dukungan Reagen sangat diperlukan.
“Kita berharap agar ini segera ditindaklanjuti demi kelancaran biar tak jadi hambatan nantinya di sini,” ujar Budi.
Sementara total sampel yang positif sepanjang tahun ini sebanyak 780 sampel, gabungan PMI dan masyarakat Kepri. Yang negatif sebanyak 12.445 sampel. Untuk sampel Probable Omicron yang masuk sejak Januari lalu sebanyak 292 sampel terdiri dari; 17 sampel PMI, 280 sampel warga Batam, 44 sampel warga Bintan dan tiga sampel warga Tanjungbalai Karimun. Yang sudah terkonformasi masih Omicron sebanyak 19 sampel.
“Rata-rata sampel yang masuk perhari masih diangka 300 sampai 400 sampel,” ujar Budi. (*)
Reporter : Eusebius Sara

