Kamis, 16 April 2026

Satu Keluarga di Batam Terpapar Covid-19, Salah Satunya Dokter

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos.co.id – Satu keluarga yang tinggal di Perumahan Sukajadi, Batam Kota, dikonfirmasi terpapar Covid-19. Ini merupakan kasus
penambahan Covid-19 terbesar setelah beberapa bulan terakhir kasus melandai di Kota Batam.

Berdasarkan laporan harian Covid-19 Kota Batam, Kamis (4/11/2021), ada tujuh orang pasien terkon firmasi Covid-19. Penambahan kasus ini membuat jumlah kasus terkonfirmasi positif bertambah menjadi sembilan orang.

Kepala Bidang Kesehatan, Tim Pengawasan dan Percepatan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, penambahan enam orang tersebut merupakan satu keluarga. Keenamnya merupakan warga Sukajadi, Kecamatan Batam Kota.

“Mereka satu keluarga, ada enam orang. Sedangkan satu orang lagi tidak masuk dalam keluarga tersebut,” ujar Didi, Kamis (4/11/2021).

Pihaknya masih menelusuri sumber penularan. Namun, sementara ini diketahui bahwa mereka tertular dari keluarga suami yang berasal dari Medan sewaktu berkunjung ke Batam.

“Orang kesehatan (pasien yang terpapar), istrinya merupakan dokter puskesmas. Ini kasusnya lumayan juga, karena kan selama ini kita sudah
cukup berhasil menekan penularan lokal. Dan ini berasal dari luar. Jadi, kami langsung lakukan tes di keluarga mereka itu,” jelasnya.

Dengan penambahan kasus Covid-19 yang menimpa satu keluarga, pihaknya mengantisipasi penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Ia menyebut, dokter puskesmas yang terpapar Covid-19 merupakan petugas di Puskesmas Sungai Langkai, Sagulung.

Pihaknya bergerak cepat melakukan tracing.

“Kami langsung turun dan cek langsung rekan satu kantor pasien terkonfirmasi. Kami lakukan tes antigen untuk satu kantornya, jika hasilnya banyak positif, maka puskesmas tersebut akan kami tutup,” katanya.

Dalam beberapa waktu belakangan ini, kasus Covid-19 tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Sehingga, penambahan kasus satu keluarga ini merupakan pertama kali terjadi usai penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Batam.

Didi mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terkait penyebaran Covid-19. Meskipun secara umum kasus sudah
melandai, dengan adanya pelonggaran di masyarakat, ada potensi kenaikan kasus.

”Untuk yang lokal sejauh ini cukup bagus, tapi kalau dari luar kita sulit kendalikan, karena perjalanan tidak ada pembatasan. Sekarang kami
upayakan jangan sampai meluas dan jumlah kasus bertambah,” imbuhnya.

Dengan penambahan kasus baru ini, maka jumlah kasus aktif di Kota Batam naik menjadi sembilan orang. Dimana, sebanyak delapan orang di
antaranya menjalani isolasi mandiri dan satu lagi dirawat di rumah sakit.

”Untuk pasien meninggal nol,” tambahnya.

Secara kumulatif, kasus Covid-19 di Batam berjumlah 25.831 orang. Dimana, sebanyak 24.982 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sementara, pasien meninggal secara kumulatif berjumlah 840 orang.

”Untuk kasus aktif saat ini berada di angka 0,035 persen,” jelas Didi.

Jika melihat wilayah, kasus aktif ini berada di Kelurahan Sukajadi dengan penambahan enam kasus baru. Padahal, satu hari sebelumnya, wilayah ini nol kasus atau zona hijau.

Sementara wilayah lain yakni Bukit Tempayan dengan penambahan satu kasus sehingga menjadi dua kasus aktif. Sisanya, Kelurahan Batubesar dengan satu kasus.

”Tiga kelurahan di Batam berzona kuning dengan jumlah kasus aktif sembilan orang,” tutur Didi.

Dinkes Kota Batam tak henti mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Tetap memakai masker saat bepergian, menjaga jarak antar individu dan laksanakan pola hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan, rajin olahraga dan jaga pola makan.

”Prokes ketat ini penting guna mutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Reporter: Yulitavia, Rengga Yuliandra

UPDATE