Senin, 27 April 2026

Tingkatkan Kualitas Mengajar, 230 Guru SMP di Batam Ikuti Pelatihan ‎

Berita Terkait

Guru SMP Negeri di Kota Batam mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang digelar Dinas Pendidikan Kota Batam di Golden View Hotel, Senin (20/4). Foto M. Sya’ban

batampos – Sebanyak 230 guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Batam mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang digelar Dinas Pendidikan Kota Batam di Golden View Hotel, Senin (20/4).

‎Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026.

‎Firmansyah menegaskan peningkatan kapasitas guru sangat penting karena guru merupakan ujung tombak pendidikan, khususnya di tingkat SMP.

‎“Pelatihan ini merupakan inisiatif Dinas Pendidikan yang kami sambut baik. Harapannya, kapasitas para guru semakin meningkat sehingga proses pembelajaran di kelas menjadi lebih profesional dan mudah dipahami oleh siswa,” kata Firmansyah usai membuka kegiatan.

Baca Juga: Progres Kasus Gustian Riau Masih Berjalan, ‎Pemko Batam Tunggu Laporan Polda Kepri 

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki kemampuan lebih baik dinilai akan lebih mudah menyampaikan materi, sehingga siswa juga dapat memahami pelajaran dengan lebih efektif.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan pelatihan tersebut difokuskan pada tiga materi utama.

‎Pertama, peningkatan kemampuan guru dalam melakukan penilaian formatif dan sumatif. Kedua, penguatan kompetensi guru dalam membimbing siswa berkebutuhan khusus atau inklusi.

‎Ketiga, peningkatan kompetensi umum guru agar lebih siap menghadapi perkembangan dunia pendidikan.

‎“Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026, dan dibagi dalam tiga sesi. Total ada 230 guru yang mengikuti pelatihan ini,” kata Hendri Arulan.

Baca Juga: Nasib PPPK Kepri di Ujung Tanduk

Hendri mengatakan Dinas Pendidikan Kota Batam juga terus mendorong transformasi pendidikan menuju sistem digital. Namun, penerapannya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah.

‎“Kita memang mengarah ke digitalisasi pembelajaran. Sebagian sekolah sudah mulai menerapkan, tetapi belum merata karena keterbatasan fasilitas,” ujarnya.

‎Meski demikian, ia memastikan upaya peningkatan kualitas pendidikan akan terus dilakukan secara bertahap. Program peningkatan kompetensi guru sebelumnya telah dilakukan di tingkat PAUD dan akan dilanjutkan ke jenjang SD.

‎Hendri berharap melalui pelatihan tersebut, para guru di Batam semakin adaptif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan efektif bagi siswa.(*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE