batampos.co.id – Kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang terjadi beberapa minggu ini, mulai meresahkan warga.
Hampir setiap hari terjadi kenaikan kebutuhan pangan di pasar. Hal ini membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan mereka.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengakui polemik kenaikan harga sembako yang terjadi belum diketahui pasti penyebabnya.
Kalau melihat laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pasokan kebutuhan pokok cukup, bahkan hingga libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.
Mengingat Batam bukan daerah penghasil, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga yang cukup terstruktur ini.
Pertama, soal cuaca di daerah penghasil yang bisa saja menjadi penyebab gagal panen, sehingga mengganggu pasokan ke Batam.
”Bisa jadi di satu daerah tidak bisa mengirim, dan mengharapkan daerah lain. Mungkin persoalan ongkos dari daerah penghasil bisa saja menjadi penyebab kenaikan harga. Selama ini seperti cabai didatangkan dari Jawa dan Mataram,” ujarnya, Senin (8/11/2021).
Hal kedua yang menyebabkan kenaikan harga seperti minyak goreng, adalah adanya kebijakan penghapusan minyak curah, sehingga berdampak terhadap permintaan minyak
kemasan, dan ini juga bisa menjadi penyebab harga naik.
”Saya sudah telepon Gustian Riau (Kadisperindag), monitoring ke bawah dan mengecek betul harganya. Perkembangan harga pasar apa karena cuaca, atau kebijakan lainnya,” ujarnya.
Beberapa waktu ini memang ada lonjakan harga yang terjadi, untuk itu perlu pengawasan dari Disperindag untuk turun ke lapangan. Kenaikan yang di luar kewajaran harus dicari tahu penyebabnya.
”Kalau momen hari besar memang ada kenaikan, tapi ini masih belum ada momen itu. Jadi saya harus tahu dulu, apa penyebab kenaikan ini,” imbuhnya.
Hal yang bisa dilakukan saat ini adalah memantau kenaikan harga sementara waktu ini. Selain itu, terkait operasi pasar, dan menggelar pasar murah masih dibahas bersama distributor.
”Upaya pasti ada. Dulu juga kami sering gelar pasar murah, dan itu diserbu warga. Jadi
kalau memang dibutuhkan, akan diupayakan,” kata mantan Kadisperindag-ESDM Batam tersebut.
Ketersediaan bahan pokok dan menjaga kestabilan harga memang menjadi tanggung jawab pemerintah. Untuk itu, akan ada kebijakan dan langkah yang akan diambil.
”Ini lagi dicari penyebabnya. Saya berharap tidak ada yang main harga di pasar. Nanti tingginya harga ini akan dicari solusinya,” tutupnya.
Reporter: Yulitavia


