
batampos- Masyarakat Kota Batam menolak jika pemerintah menghilangkan BBM jenis pertalite dari peredaran. Sebab, kondisi perekonomian masyarakat, khususnya Kota Batam belumlah stabil pasca Pandemi Covid-19. Hal ini dirasa sangat berat, apalagi setelah tak adanya premium disejumlah SPBU Kota Batam.
Mela, warga Batamcenter mengaku sudah dapat informasi tentang adanya rencana penghapusaan premium dan pertalite. Ia lantas tegas menolak rencana tersebut.
BACA JUGA: Premium dan Pertalite Mulai Dihapus
“Saya dapat informasi dari grup whatsapp, kemudian baca berita. Jelas saya menolak. Premium hilang saja sudah berat, ini ditambah dengan pertalite,” imbuhnya.
Rencana itu pastinya sangat menyengsarakan masyarakat. Apalagi disaat masyarakat mencoba bangkit pasca Pandemi Covid-19.
“Ekonomi masyarakat saja belum stabil, masih susah payah bangkit, ini sudah dibuat lagi hal yang menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.
Dikatakannya, saat ini masyarakat juga sedang berjuang menghadapi biaya kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Sejumlah besar komoditi pokok masyarakat melejit tanpa malu-malu.
Seperti harga minyak goreng yang hampir naik 100 persen, telur, cabai, gula dan banyak lainnya.
“Semua kebutuhan itu pada naik, nah sekarang pemerintah mau menekan warga lagi dengan menghapus pertalite. Ini namanya membunuh masyarakar pelan-pelan,” tegasnya.
Menurut dia, alasan pemerintah menghapus pertalite dan premium demi lingkungan itu tak masuk akal. Kecuali, pemerintah memberikan harga pertamax seharga premium.
“Jangan beralibi karena lingkungan. Kalau memang itu alasannya, pemerintah harusnya berikan pertamax seharga premium,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan Rudi, warga yang tengah mengisi pertalite di SPBU Batamcenter. Ia jelas menolak rencana pemerintah tersebut. Apalagi beda premium dan pertalite saja sudah hampir Rp 2 ribu, pertalite ke pertamax juga hampir Rp 2 ribu.
“Harganya sudah jauh beda, beli pertalite saja sudah ngos-ngosan, sekarang mau dihapus lagi. Apa pemerintah tak mikir rakyar kecil seperti kami,” ujarnya.
Menurut dia, pertamax itu biasa dibeli untuk masyarakat menengah keatas, sedangkan masyarakat kecil, pasti masih berharap pertalite. Syukur-syukur kalau ada premium. “UMK saja naiknya cuma 0,8 persen, nah ini mau naik semua. Mau membunuh masyarakat,” tegasnya.
Sementara, seorang petugaa operator di SPBU tersebut mengaku belum tahu pasti kapan pertalite dihapuskan. Sebab belum ada informasi dari Pertamina. “Premium sudah lama tak ada, kalau pertalite belum tahu, sampai saat ini masih ada. Belum ada info dari Pertamina,” ujarnya. (*)
Reporter : Yashinta



