
batampos – Rencana Pemerintah Kota Batam untuk melanjutkan pengerjaan proyek fisik terancam Batam. Hal ini dikarenakan pendapatan asli daerah (PAD) Pemko Batam yang masih belum menunjukkan hasil yang maksimal.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan berdasarkan hasil laporan dari Bapenda Batam di triwulan pertama ini, angka PAD Pemko Batam masih berada di angka 30 persen.
Menurutnya capaian ini belum mampu mengakomodir kebutuhan anggaran yang akan dilaksanakan tahun ini. Sejumlah proyek yang direncanakan tidak bisa berjalan sesuai rencana.
“Nanti saya cek lagi, karena uang belum ada. Paling tidak nanti menunggu hingga triwulan kedua. Saya juga tidak mau terburu-buru, dan nanti malah berantakan,” kata dia usai menyerahkan bantuan kepada penyandang disabilitas di Engku Putri, Senin (18/4).
Rudi mengungkapkan sejumlah proyek juga belum dilelang, karena ia tidak ingin Pemko Batam memiliki hutang ke depannya, jika APBD tida tercapai. Sejumlah proyek akan dikaji ulang, dan dilihat skala prioritas untuk didahulukan pengerjaannya tahun ini.
“Kalau bicara soal prioritas saya juga belum tahu. Kalau saya sebut sekarang, nanti masyarakat ada yang kecewa karena jalan mereka tidak jadi dilanjutkan tahun ini. Kalau nanti saya lelang dan uangnya tidak ada, saya juga tidak mau. Jadi tunggu dulu sampai pertengahan tahun ini,” bebernya.
Kondisi ekonomi Batam saat ini belum juga pulih. Sumber pendapatan yang diharapkan dari pariwisata juga masih jalan ditempat. Batam yang memang mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara belum bisa mendapatkan manfaat dari wisman.
“Saya sudah lapor Pak menteri dan minta tolong agar ada pembahasan antar negara agar memudahkan untuk wisman masuk ke Batam. Karena PCR di Singapura sangat mahal. Ini yang membuat angka kunjungan stagnan,” ungkapnya.
Sementara untuk proyek pembangunan di BP Batam, menurut politis Nasdem ini berjalan dengan baik. Sejumlah pengerjaan proyek masih terus berjalan, dan diharapkan bisa selesai akhir tahun ini.
“Seperti yang terlihat hari ini semua masih bekerja. Kalau ada gangguan di jalan mohon dimaklumi saja. Sedangkan untuk yang di Pemko masih menunggu lah ada anggaran baru kami laksanakan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) mengatakan pengerjaan tahun depan adalah membuka akses dari Bengkong Harapan menuju Bengkong Seken. Rencananya akan dibuat dua jalur, dengan masing-masing tiga lajur kiri dan kanan. Kendati demikian pengerjaan ini dilakukan bertahap dan tidak langsung selesai tahun depan.
“Jadi akan ditata lagi, dan dilebarkan. Tahun depan kami mulai lagi,” ujarnya.
Mengenai kelanjutan proyek dua bundaran yaitu Simpang Tembesi dan Basecamp, Yumasnur menyebutkan pengerjaan juga akan dilanjutkan tahun depan. Salah satunya pengaspalan dan penataan bundaran yang pengerjaannya di Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan).
Tahun depan jalan akan dilebarkan dari arah menuju Simpang Basecamp akan ditingkatkan menjadi empat lajur dari dua jalur. Begitu juga dengan Simpang Tembesi, rencananya akan ditingkatkan menjadi lima lajur, dan pengaspalan.
“Nanti akan dibuat cantik, dan tentunya mempermudah arus lalu lintas di sana. Karena di sana cukup ramai kendaraan,” tambahnya. (*)
Reporter : YULITAVIA

