
batampos – Pasca Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah, sejumlah stok komoditas bahan pangan di pasaran masih terbatas. Baik itu jenis sayuran hingga lauk pauk seperti ayam potong.
Keterbatasaan jumlah komoditas itu dikarenakan masih banyaknya pedagang yang tutup. Hal itu terpantau di beberapa pasar di wilayah Batuampar maupun Batam Center.
Di antaranya, Pasar Botania 1, Batam Center, yang terpantau masih terlihat sepi dari pedagang maupun pengunjung, Kamis (5/5). Hal itu menyebabkan keterbatasaan komoditas bahan pangan.
misalnya ayam potong segar yang dijual tidak banyak. Rata-rata hanya menyediakan ayam potong beku.
“Ayam potong segar masih sedikit, lebih banyak yang beku,” ujar Amir, pedagang ayam potong di Pasar Botania 1.
Menurut Amir, terbatasnya ayam potong segar karena penyalurannya dari Barelang belum normal. Diperkirakan masih banyak pengusaha ternak ayam di kawasan tersebut libur Lebaran.
“Jadi yang dijual saat ini masih stok lama kami,” jelasnya.
Karena jumlah yang terbatas, maka harga ayam potong segar pun mengalami kenaikan hingga Rp 42 ribu per kilogram (kg). Sedangkan untuk ayam potong beku, dijual Rp 35 ribu per kg.
“Harga memang naik, karena jumlahnya yang terbatas,” jelasnya.
Diakuinya, minat warga untuk ayam potong beku tidak seperti ayam potong segar. Namun, karena ayam potong segar kosong, maka warga terpaksa membeli ayam potong beku.
“Ayam potong segar cepat habis, jadi mau tak mau pada beli yang beku,” imbuhnya.
Kondisi yang sama juga terpantau di Pasar Mustafa dan Pasar Mega Legenda, Batam Center.
Di Pasar Melcem, Batuampar, pedagang ayam potong segar juga tak banyak. Terlihat hanya dua lapak yang berjualan, itupun jumlah dagangannya terbatas.
“Saya pas ke pasar kok lauk pauk banyak yang sudah habis, ayam dan ikan enggak banyak lagi,” ujar Khotijah, warga Tanjungsengkuang usai berbelanja di pasar tersebut.
Sementara Roni, pedagang ayam potong, mengaku stok dagangannya belum banyak karena suplai juga belum normal.
“Mungkin masih pada libur Lebaran,” katanya.
Selain lauk pauk, harga sayuran di pasar juga terpantau masih tinggi. Harganya masih sama jelang Lebaran lalu. Sawi dan bayam masih bertengger di harga Rp 28 ribu/kg.
Begitu juga kangkung, daun singkong dan sejenisnya, masih bertahan di harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kg. Harapan warga agar harga kembali normal setelah Lebaran juga belum terwujud.
Pedagang mengaku harga dari grosir masih sama tingginya dengan masa menjelang Lebaran.
“Sawi malah naik lagi. Kemarin sebelum Lebaran Rp30 ribu sekarang naik jadi Rp32 ribu. Memang dari sananya harga sudah tinggi,” kata Ardian, pedagang sayur di Pasar Aviari, Batuaji.
Pantauan di lapangan, minat warga untuk berbelanja sayur turun usai Lebaran ini. Warga, khususnya kaum ibu, beralih ke lauk pauk demi tetap menjaga isi dompet mereka.
Belanja sistem borong atau menyetok sudah ditinggalkan sejak sebelum Lebaran karena harga sayuran yang terlampau mahal.
“Pembelian sayur dibatasi saja. Kami alihkan ke ikan atau tahu dan tempe yang banyak biar tetap hemat. Masih tinggi harga sayuran sampai sekarang,” ujar Nesti, pengunjung pasar tersebut.
Sementara, Kadis Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, belum bisa dikonfirmasi terkait minimnya stok bahan pangan di pasaran Batam tersebut.(*)
Reporter: Yashinta, Eusebius Sara



