Minggu, 15 Maret 2026

Pembangunan Jalan Batu Besar Baru Akan Dilakukan Tahun 2023

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan Hang Jebat, Batubesar F. Cecep Mulyana

batampos – Progres pembangunan jalan dari Simpang Batu Besar hingga Simpang Turi Beach tetap dilanjutkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Namun, untuk pembangunannya sendiri, diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2023 mendatang. Hal itu diuangkapkan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi usai upacara penaikan Bendera Merah Putih Dataran Engku Putri, Rabu (17/8) pagi.

“Untuk jalannya mungkin tahun 2023. Kita lagi siapkan DED (detailed engineering design)-nya. Mudah-mudahan kalau uang kita cukup akan selesai,” ujar Rudi.

Sementara menunggu jalan itu dibangun, dalam waktu dekat ini akan dilakukan penanaman pohon jati emas di sepanjang jalan tersebut. Dimana, proses penanaman pohon itu akan dimulai pada 24 Agustus mendatang.

Ia memperkirakan, penanaman pohon jati emas itu akan selesai dalam waktu satu bulan. “Nanti mungkin selama sebulan menurut saya baru selesai sampai ke Nongsa itu,” katanya.

Ia menambahkan, mengenai pedagang yang terkena pembongkaran untuk pelebaran jalan ini, pihaknya sudah menyiapkan lokasi baru untuk pedagang yang berjualan di sepanjang jalan menuju Simpang Turi Beach.

Lokasi baru itu tidak ada paksaan dari pihaknya dan tergantung pedagang. Apakah akan menempati lokasi yang sudah disediakan atau mempunyai lokasi baru.

“Saya kira tergantung masyarakat yang berjualan saja, mau tempati boleh dan kalau tidak mungkin mereka sudah punya tempat sendiri. Yang jelas saya sudah menyiapkan tempat buat mereka,” imbuhnya.

Dalam pertemuannya dengan warga beberapa waktu yang lalu, Rudi mengatakan pelebaran jalan Batubesar sudah waktunya untuk dilakukan. Guna mendukung rencana pembangunan Kota Batam ke depan.

“Bandara Hang Nadim sudah akan kita bangun, kemudian kalau jadi Nongsa juga akan dibangun sirkuit balap internasional. Karena itu jalan di sini (Batubesar) harus segera kita mulai juga,” kata Rudi di Gor Perumahan Citra Mas beberapa waktu yang lalu.

Rudi berharap para warga dapat menerima untuk dipindahkan dan sudah menyiapkan lahan yang juga berada di kawasan Nongsa. Setiap kepala keluarga nantinya akan mendapatkan satu kaveling dengan ukuran 4×5 meter.

“Untuk listrik, PLN sudah kita ajak untuk membantu supaya biayanya tidak mahal. Kemudian air nanti SPAM Batam akan segera saya panggil juga,” katanya.

Pihaknya juga meminta agar para warga tidak resah dan khawatir terkait perpindahannya. Tim Terpadu Kota Batam akan membantu penuh, sehingga warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya.

“Saya juga menjamin tidak akan menganggu bapak ibu sekalian jika lahan yang baru nanti legalitasnya belum selesai,” katanya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN