Kamis, 26 Februari 2026

Pemko Batam Genjot Produksi Ikan Lokal Lewat Bantuan Sarana Tangkap

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto. (Antara)

batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memacu produktivitas sektor perikanan. Melalui Dinas Perikanan, Pemko Batam menggelontorkan anggaran sebesar Rp6,78 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk pengadaan kapal, mesin, dan alat tangkap ikan bagi nelayan di berbagai wilayah pesisir.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa kebutuhan utama, yakni Rp1,97 miliar untuk bahan dan alat penangkapan ikan, Rp944,5 juta untuk pengadaan boat pancung atau sampan, serta Rp3,86 miliar untuk mesin boat dan sampan.

“Mesin yang disiapkan umumnya berkapasitas 15 PK, disesuaikan dengan kebutuhan nelayan dan kondisi perairan mereka. Tahun lalu juga ada yang kami berikan 40 PK, tapi yang paling banyak diajukan tetap 15 PK,” jelas Yudi.

Program ini ditujukan kepada 92 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang menaungi 313 nelayan penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas nelayan Batam dalam memenuhi kebutuhan ikan lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, karena sektor perikanan tangkap merupakan salah satu penopang utama ketersediaan sumber protein masyarakat,” ujarnya.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga diharapkan dapat mendorong kemandirian nelayan. Yudi menegaskan, Pemko Batam tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memprioritaskan kelompok nelayan yang dinilai aktif, disiplin, dan mampu mengelola bantuan secara berkelanjutan.

“Kami melihat KUB yang memang layak dan sudah mandiri. Bantuan ini bukan hanya stimulan, tapi juga bentuk kepercayaan agar mereka bisa terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir,” katanya.

Dinas Perikanan juga menyiapkan pendampingan teknis agar nelayan penerima bantuan dapat memaksimalkan pemanfaatan kapal dan alat tangkap yang diberikan.

“Pendampingan tetap kami lakukan, terutama dalam hal pemeliharaan kapal dan pengelolaan hasil tangkapan. Tujuannya supaya bantuan ini tidak berhenti hanya pada distribusi, tapi juga berdampak jangka panjang,” tambah Yudi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN