
batampos – Di bawah langit pagi Dataran Engku Putri, 712 pelajar berdiri dengan satu mimpi yang sama yakni mengibarkan merah putih di hari kemerdekaan.
Mereka datang bukan sekadar ikut seleksi. Mereka datang membawa harapan, tentang, tentang kebanggaan, dan tentang satu tempat yang hanya bisa diisi oleh mereka yang benar-benar layak.
Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Batam resmi dimulai, pada Senin (13/4). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka langsung kegiatan itu dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan calon anggota.
Di hadapan ratusan peserta, Amsakar menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar barisan pengibar bendera. Lebih dari itu, mereka adalah wajah generasi muda yang akan membawa nilai-nilai kebangsaan.
“Menjadi Paskibraka adalah kebanggaan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Namun, di tengah semangat yang membuncah, Amsakar mengingatkan satu hal penting: semua harus berjalan bersih.
Seleksi ini, kata dia, bukan hanya soal siapa yang paling kuat atau paling siap. Tapi juga tentang bagaimana proses itu dijaga dari kepentingan-kepentingan yang merusak keadilan.
“Oleh karena itu, saya menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, objektif, netral, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi penegas: tidak ada ruang bagi “jalan pintas” dalam perebutan posisi yang sarat kehormatan ini.
Dari 712 pendaftar, sebanyak 560 peserta lolos verifikasi awal. Angka itu kembali menyusut menjadi 205 peserta yang bertahan setelah melewati seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan tahap awal.
Mereka yang tersisa akan melanjutkan ke tahap yang lebih ketat, seperti wawancara wawasan kebangsaan hingga tes lanjutan yang melibatkan instansi penegak hukum.(*)



