Selasa, 9 Juni 2026

Operasi Patuh Seligi Ditunda, Polantas Kepri Perkuat Edukasi dan Pelayanan Humanis

Berita Terkait

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat. F.Yashinta

batampos – Pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 8 – 21 Juni resmi ditunda. Meski demikian, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri memastikan berbagai kegiatan pelayanan, edukasi, dan pengamanan lalu lintas tetap berjalan seperti biasa di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, mengatakan penundaan tersebut merupakan kebijakan nasional yang berlaku serentak di seluruh Indonesia berdasarkan arahan dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

“Untuk Operasi Patuh Seligi 2026 memang ditunda sementara waktu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pimpinan. Namun kegiatan lalu lintas tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Taufiq saat ditemui di Batam, Senin (8/6).

Baca Juga: Bocah Pelaku Curanmor di Bengkong Diamankan Warga

Menurut dia, tujuan utama Operasi Patuh Seligi sejatinya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Meski operasi belum dilaksanakan, upaya membangun kesadaran masyarakat tetap menjadi fokus jajaran lalu lintas di Kepri.

Sebagai gantinya, Ditlantas Polda Kepri akan mengintensifkan berbagai kegiatan edukatif dan preventif melalui program-program yang selama ini telah berjalan.

“Kegiatan simpatik, bakti sosial, Polantas Menyapa, hingga pelayanan langsung kepada masyarakat tetap kami tingkatkan. Kehadiran polisi lalu lintas di tengah masyarakat tetap menjadi prioritas,” katanya.

Program Polantas Menyapa akan terus dilakukan dengan menyasar sekolah-sekolah, komunitas masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok pengemudi ojek online. Melalui kegiatan tersebut, polisi memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Selain itu, personel lalu lintas tetap hadir di lapangan untuk menjalankan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli guna menciptakan keamanan serta kelancaran arus kendaraan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang baik, aman, dan humanis. Jadi meskipun operasi ditunda, bukan berarti kegiatan kepolisian di bidang lalu lintas berhenti,” tegasnya.

Baca Juga: Tiga Pelajar SMP Diamankan Warga di Tiban Kampung karena Diduga Terlibat Curanmor

Taufiq menambahkan, berbagai aktivitas rutin seperti membantu penyeberangan pelajar, mengatur lalu lintas di titik rawan kemacetan, hingga memberikan bantuan kepada pengguna jalan tetap dilaksanakan setiap hari.

Terkait penegakan hukum, Ditlantas Polda Kepri tetap mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Saat ini, penindakan pelanggaran lalu lintas lebih difokuskan melalui kamera ETLE statis maupun ETLE mobile yang dimiliki kepolisian.

“Kami mengutamakan penindakan melalui ETLE. Untuk tindakan manual saat ini tidak menjadi prioritas, kecuali terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas seperti balap liar dan pelanggaran berisiko tinggi lainnya,” jelasnya.

Saat ini, Polda Kepri telah mengoperasikan empat titik ETLE statis serta puluhan perangkat ETLE mobile yang digunakan petugas di lapangan untuk mendukung pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Meski Operasi Patuh Seligi ditunda, Taufiq mengimbau masyarakat tetap disiplin mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kami berharap masyarakat tetap tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya saat ada operasi, tetapi harus menjadi budaya sehari-hari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Kepri akan pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2026 selama 14 hari, mulai 8 – 21 Juni. Operasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan edukatif, persuasif, serta penegakan hukum berbasis teknologi ETLE. (*)

ReporterYashinta

UPDATE