Jumat, 12 Juni 2026

Data Centre Jantung Baru Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad

batampos – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat pencapaian investasi yang melampaui target pada 2025. Lonjakan investasi di sektor digital dan energi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 6,76 persen.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,30 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Batam tengah bertransformasi menjadi pusat ekonomi digital dan energi berkelanjutan di kawasan.

“Capaian ini bukan hanya angka. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” kata Amsakar.

Sektor jasa yang mencakup aktivitas digitalisasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp9,99 triliun. Disusul sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan listrik sebesar Rp6,08 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air yang mencapai Rp5,80 triliun.

Besarnya investasi tersebut menunjukkan tingginya minat investor terhadap infrastruktur digital dan energi di Batam, termasuk pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga: Warga Batam Ramai Beralih ke Pertalite, Pendaftaran Barcode BBM Subsidi Dikeluhkan

Secara khusus, realisasi investasi sektor digital tercatat mencapai Rp8,557 triliun pada 2025. Pertumbuhan itu ditopang berkembangnya kawasan Nongsa Digital Park (NDP) sebagai pusat aktivitas teknologi dan data center di Batam.

Amsakar mengatakan kehadiran data center dan infrastruktur digital bukan sekadar tren sementara, melainkan fondasi ekonomi masa depan Batam.

“Nongsa Digital Park menjadi indikator awal yang positif karena menunjukkan adanya minat investasi, kemitraan lintas negara, serta tumbuhnya aktivitas di bidang data center, pengembangan teknologi, dan ekonomi digital,” ujarnya.

Pada triwulan IV 2025, penyerapan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa tercatat mencapai 836 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk dampak tidak langsung yang tercipta melalui rantai pasok dan berbagai layanan pendukung lainnya.

Selain Singapura sebagai investor dominan, sejumlah negara seperti Hong Kong, Amerika Serikat, dan Malaysia juga aktif menanamkan modal di sektor digital Batam.

Baca Juga: Pipa Bocor Lagi di Titik yang Sama, Seluruh Tim Teknis Dikerahkan

Menurut Amsakar, daya tarik Batam tidak semata-mata terletak pada efisiensi biaya.

“Yang lebih kuat adalah kombinasi faktor strategis, yakni kedekatan geografis dengan Singapura, konektivitas yang cepat, dan peluang mem­bangun model operasi lintas batas untuk mendukung kebutuhan regional,” katanya.

Energi Hijau Jadi Prioritas

Di tengah pertumbuhan industri data center yang membutuhkan pasokan listrik besar dan andal, BP Batam mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi hijau sebagai bagian penting dari ekosistem investasi.

Tingginya investasi di sektor listrik, gas, dan air yang mencapai Rp5,80 triliun menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi menjadi prioritas utama. Termasuk di dalamnya penyediaan sumber energi bersih dan berkelanjutan untuk mendukung operasional pusat data.

Amsakar menegaskan BP Batam berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi digital berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Integrasi energi terbarukan, termasuk PLTS, menjadi bagian dari peta jalan pengembangan kawasan agar Batam mampu memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini terus menjadi salah satu syarat utama investasi global.

“Transformasi digital kita nyata. Kami terus berkomitmen menjadikan Batam sebagai salah satu lokasi investasi yang kompetitif, terukur, dan ramah investor, khususnya untuk sektor digital yang berkelan­jutan,” ujarnya.

Johor Bukan Pesaing

Munculnya Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) yang juga membidik sektor data center dan ekonomi digital dinilai bukan ancaman bagi Batam.

Amsakar justru melihat adanya peluang kolaborasi antarkawasan dalam membangun ekosistem ekonomi regional yang saling melengkapi.

Baca Juga: Narasi Boikot Singapura Berbahaya

“Kami melihat ini bukan sekadar kompetisi, melainkan peluang membangun komplementaritas. Singapura kuat sebagai pusat kantor pusat perusahaan dan layanan global. Johor menawarkan perluasan kapasitas, sedangkan Batam memiliki karakteristik unik seperti FTZ, KEK, ekosistem industri, maritim-logistik, serta kedekatan operasional dengan Singapura,” katanya.

Menurut dia, Batam berpotensi menjadi bagian dari koridor industri dan digital regional yang terintegrasi, di mana aktivitas data center dan ekonomi digital berkembang dalam jaringan yang saling mendukung.

Cetak Talenta Digital

Selain membangun infrastruktur, BP Batam juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia.

Melalui Nongsa Digital Park, sejumlah program pendidikan dan pelatihan teknologi telah hadir, seperti Apple Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, kerja sama dengan RMIT University, hingga Epic Games.

BP Batam juga meluncurkan platform MANTAB pada 8 Desember 2025. Sistem job matching berbasis digital tersebut dirancang untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja secara langsung dan terintegrasi. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE