Minggu, 14 Juni 2026

Pendaftar di Sekolah Favorit Membludak, Padahal Istilah Sekolah Unggulan Sudah Tidak Ada

Berita Terkait

Panitia SPMB SMKN 7 Batam saat melakukan verifikasi pendaftaran SPMB tingkat SMK di Posko SMAN 3 Batam, tahun lalu. F Cecep Mulya a/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Batam kembali memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah yang selama ini dianggap sebagai sekolah favorit. Meski pemerintah menegaskan tidak ada lagi istilah sekolah unggulan, persepsi tersebut masih kuat melekat di kalangan orang tua dan calon peserta didik.

Fenomena itu terlihat dari membludaknya pendaftar di beberapa SMA dan SMK negeri yang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat. Sejumlah sekolah bahkan menjadi incaran sejak hari pertama pembukaan pendaftaran.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Batam, Kasdianto, mengakui pandangan masyarakat terhadap sekolah favorit masih belum berubah. Menurutnya, sejumlah sekolah tetap menjadi pilihan utama meskipun kualitas pendidikan di seluruh sekolah negeri terus ditingkatkan secara merata.
“Unggulan itu tidak ada lagi. Tapi di mata masyarakat tetap ada,” ujar Kasdianto, Jumat (11/6).

Beberapa sekolah yang masih dianggap favorit oleh masyarakat antara lain SMK Negeri 1 Batam, SMK Negeri 5 Batam, SMK Negeri 6 Batam, SMK Negeri 7 Batam, SMA Negeri 1 Batam, SMA Negeri 3 Batam, dan SMA Negeri 20 Batam. Sekolah-sekolah tersebut setiap tahun selalu menjadi tujuan utama pendaftar.

Kasdianto menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghapus kesenjangan persepsi tersebut dengan meningkatkan mutu pendidikan, sarana dan prasarana, serta kualitas tenaga pendidik di seluruh sekolah. Dengan demikian, seluruh satuan pendidikan diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang setara.

Di sisi lain, pelaksanaan SPMB tingkat SMA dan SMK di Kota Batam hingga hari kedua berlangsung relatif lancar. Meskipun sempat mengalami kendala teknis pada hari pertama, proses pendaftaran kini sudah kembali normal.

Gangguan yang terjadi sebelumnya disebabkan oleh tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan. Akibatnya, server sempat mengalami perlambatan bahkan sulit diakses oleh calon pendaftar dalam beberapa jam pertama.
“Sempat down pada hari pertama karena mungkin terlalu banyak yang mengakses secara serentak dan berebut masuk ke sistem. Tapi sudah lancar lagi,” jelas Kasdianto.

Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan Kepri Wilayah Batam masih menunggu data lengkap jumlah pendaftar dari seluruh sekolah. Rekapitulasi resmi baru akan dilakukan setelah seluruh tahapan pendaftaran selesai. “Nanti setelah selesai baru kita minta laporan lengkapnya,” kata Kasdianto. Ia berharap seluruh proses SPMB berjalan tertib dan masyarakat dapat memahami bahwa setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk menghasilkan lulusan berkualitas.(*)

UPDATE