Kamis, 9 Juli 2026

Bayi Penderita Hidrosefalus di Kabil Dapat Bantuan dari Polresta Barelang

Berita Terkait

Pihak kepolisian sedang memeriksa kesehatan sekaligus memberikan bantuan. F. Istimewa

batampos – Watina Lala tak dapat membendung air matanya melihat bayinya yang baru berusia 8 bulan, Helena Tabintang Dakhi menderita hidrosefalus, gangguan penumpukan cairan serebrospinal di dalam otak yang memicu tekanan intrakranial tempurung yang membuat kepalanya membesar.

Mengenakan kaus putih dan celana pendek ungu, Watina mengaku putri bungsunya ini diketahui menderita hidrosefalus setelah usia satu minggu. “Satu minggu dia dilahirkan itu, baru besar kepalanya,” ungkapnya saat kunjungan Tim Kesehatan Polresta Barelang di rumah kontrakannya di Kavling Senjulung, RT 02/RW09, di Kabil, Nongsa, Kamis (9/7/2026) pagi.

Watina, ibu dari tiga anak. Pekerjaannya serabutan. Karena itulah, ia tidak mampu membiayai pengobatan putri bungsunya itu. Dia juga kerap menerima KDRT dari sang suami, Saderakhi Dakhi yang saat ini lagi kabur dari rumah.

“Saya sudah putus asa. Sempat berkeinginan membuang anak saya ini. Tapi saya ingat, ini anak yang kulahirkan,” ujarnya sambil memeluk anaknya dalam gendongannya.

Panik, sambil menggendong anaknya, ia pun pergi ke rumah tetangga untuk minta tolong. Tetangganya melaporkan keadaannya ke Polsek Nongsa, yang kemudian dilanjutkan ke Kapolresta Barelang.

Gerak cepat, Kapolresta Barelang memerintahkan tim kesehatan untuk berkunjung dan memberikan bantuan. “Berdasarkan laporan yang masuk ke kita, ibu Watina ini terkendala biaya untuk pengobatan bayi malang ini. Tidak dibawa ke dokter,” ujar Kasidokkes Polresta Barelang, Iptu dr Syarifah sembari memeriksa kondisi bayi Helena.

Iptu Syarifah bersama tim dokkes Polresta Barelang datang berkunjung, memberitahukan bahwa kartu BPJS atas nama bayi delapan bulan tersebut sudah diaktifkan sehingga ia bisa segera mendapatkan pengobatan yang layak dari tim medis.

“Bayinya akan dibawa ke Puskesmas Kampung Jabi dulu untuk pengobatan,” ujar Syarifah.

Selain pengaktifan BPJS kesehatan tersebut, ia dan tim juga memberikan bantuan berupa susu dan bubur bayi, popok atau pampers, serta sembako.

Bayi Helena membutuhkan baby stroller atau kereta dorong bayi untuk memudahkan geraknya dari beban kepala yang semakin membesar. Sang ibu mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

“Nanti akan dikasih strollernya. Karena sebelumnya kita belum tahu ukurannya kan. Jadi menyusul,” pungkas Syarifah. (*)

UPDATE