Senin, 4 Mei 2026

Covid-19 Akan seperti Flu Biasa

Berita Terkait

Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Laju kasus Covid-19 di Kepri terus meningkat dari hari ke hari. Data Satgas Covid-19 Kepri: dari 6 Februari, tercatat ada 65 kasus baru, lalu di 7 Februari ditemukan 44 kasus.

Sebagian besar kasus ini ditemukan di Batam. Saat ini, tercatat ada 273 kasus aktif Covid-19. Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit yang semula 0,0 persen, kini meningkat menjadi 2,46 persen.

”Peningkatan kasus ini memang sudah diprediksi para ahli, puncaknya di akhir Februari atau awal Maret,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri.

Ia mengatakan, ke depan, akan semakin banyak masyarakat yang tertular Covid-19 dan varian barunya, khususnya Omicron.

Namun, karena masyarakat sudah mendapat vaksin, sehingga rata-rata gejala yang dialami hanya ringan. Layaknya flu biasanya.

”Dari 200-an kasus positif yang terbaru, sebanyak 178 orang terpapar varian Omicron,” ungkap Bisri.

Kasus yang terjadi saat ini akibat terpapar setelah melakukan perjalanan, masyarakat yang kontak dengan orang yang melakukan perjalanan, dan 30 persen sisanya tidak diketahui sumbernya.

”Tiba-tiba sudah positif. Jika melihat situasi ini, kata para ahli, ini dari pandemi menuju endemi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kasus akan terus meningkat, namun risiko kematian akan menurun. Sehingga, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

Agar dapat meningkatkanimun tubuh, ia meminta masyarakat segera melakukan vaksin atau mendapatkan booster.

”Segera, jangan sampai terlambat. Jika sakit, sebaiknya jangan berpergian. Sehatkan dulu, barulah berinteraksi dengan orang lain,” tuturnya.

Walaupun risiko kematian semakin rendah, namun masyarakat diharapkan selalu mematuhi protokol kesehatan (protkes). Hal ini juga diungkapkan oleh Ketua IDI Kepri, dr Rusdani.

”Banyak yang tanpa gejala, saya sudah temukan beberapa. Kondisinya sehat, kami menemukannya setelah melakukan tracing,” ucap Rusdani.

Ia mengatakan, orang-orang tanpa gejala ini, ditengarai sebagai pembawa virus. Namun, kondisi ini mengkhawatirkan jika yang terpapar adalah orang-orang yang rentan: bayi, ibu hamil, lansia, atau orang-orang yang memiliki komorbid.

Menurutnya, tidak semua orang memiliki imun yang sama. Sehingga, gejalanya berbeda-beda.

”Orang yang belum vaksin atau sudah vaksin, akan berbeda gejalanya. Hal yang sama juga terjadi dengan orang yang memiliki komorbid atau tidak,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat saling menjaga diri satu sama lain.

”Jangan merasa imun tubuh tinggi, tapi ada orang-orang di sekitarnya memiliki imun yang rendah seperti ibu hamil, lansia,” tegasnya.

”Jika menular ke orang-orang ini, dampaknya cukup buruk. Mari jaga diri sendiri dan orang lain, dengan mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE