
batampos – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Batam sejak Jumat (12/6) pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman tergenang air.
Beberapa titik yang terdampak di antaranya kawasan Lubukbaja, Nagoya seperti di Simpang Lampu Merah Martabak Har dan wilayah Seraya Batu Ampur.
Genangan air sempat mengganggu aktivitas masyarakat serta memperlambat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Addini, menjelaskan bahwa hujan yang terjadi pada Jumat pagi merata di hampir seluruh wilayah Kota Batam.
Baca Juga: Peserta JKN Terus Bertambah, BPJS Kesehatan Evaluasi Kebutuhan Faskes
”Daerah yang terdampak hujan pada pagi tadi di seluruh wilayah Kota Batam. Untuk siang hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di wilayah Kecamatan Galang,” ujar Addini.
Menurutnya, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara serta masih aktifnya pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kota Batam.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca serupa masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi pada siang, sore, hingga malam hari dan dapat disertai petir serta angin kencang di sejumlah wilayah.
”Hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga satu minggu ke depan di wilayah Kota Batam,” kata dia.
Selama sepekan ke depan, masyarakat diminta mewaspadai potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat.
Kondisi cuaca tersebut juga berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, nelayan, hingga transportasi udara apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.
Baca Juga: Trans Batam Segera Layani Rute Bandara Hang Nadim, Tarif Tetap Rp5 Ribu
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan memperhatikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan setiap hari.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan genangan juga diminta memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar tetap bersih agar aliran air tidak terhambat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, pengguna jalan diimbau lebih berhati-hati saat berkendara karena kondisi jalan yang licin dan berkurangnya jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
BMKG, kata Addini, akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Riau dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
”Untuk warga, harus selalu update prakiraan cuaca harian di BMKG,” katanya. (*)

